Yogyakarta

BPBD DIY Petakan Daerah Rawan Longsor dan Siapkan Posko

BPBD DIY telah memetakan delapan titik rawan longsor dan banjir di Daerah Istimewa Yogyakarta.

BPBD DIY Petakan Daerah Rawan Longsor dan Siapkan Posko
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) DIY telah memetakan delapan titik rawan longsor dan banjir di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan beberapa daerah yang rawan longsor antara lain daerah Kulon Progo, seperti Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh, dan Kokap.

Sementara daerah lain yang diperkirakan rawan longsor adalah Gunungkidul, daerah Semin, Patuk, Gedangsari, dan Ngawen.

Untuk antisipasi, pihaknya telah jauh hari melakukan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Pihak meminta masyarakat untuk peka terhadap gejala-gejala longor.

Gandeng BPBD Sleman, Basarnas Yogyakarta Bersiaga Hadapi Potensi Bencana Cuaca Ekstrem

"Proses membangun kesiapsiagaan sudah kita siapkan jauh-jauh hari. Sehingga dengan konsolidasi semua komponen, kami siap. Kita juga sudah petakan titik rawan longsor. Upaya antisipasi pun sudah kita sampaikan, termasuk sosialiasi dan edukasi masyarakat melalui berbagai forum," katanya usai Apel Kesiapsiagaan di Lapangan mako Brimob Baciro, Selasa (07/01/2020).

BPBD DIY juga mengoptimalkan early warning system (EWS) yang sudah dipasang di beberapa titik.

EWS tersebut dapat melaporkan data curah hujan, kemringan pohon, dan potensi longsor.

Data yang diperoleh dari EWS adalah real time dan langsung dapat diakses oleh Pusdalops, sehingga bisa dilakukan pencegahan lebih cepat.

Tak hanya itu, BPBD DIY juga telah menyiapkan posko yang siap 24 jam.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

BPBD daerah pun telah diminta untuk mendirikan pos pengamatan bencana.

"Kami sudah siapkan posko yang siaga 24 jam. Tidak hanya BPBD DIY saja, BPBD daerah juga menyiapkan pos pengamatan.Bantul sudah ada 10 pos pengamatan di kawasan rawan longsor. Sementara Gunungkidul sudah ada Destana (Desa Tangguh Bencana),"jelasnya.

Terkait dengan anggaran, Biwara memastikan telah disiapkan.

Pihaknya telah menyiapkan dana tak terduga tahun 2020 sekitar Rp14 Miliar.

Dana tersebut lebih tinggi dari pada anggaran sebelumnya, yaitu Rp10 Miliar. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved