Hujan Angin dan Longsor
Gandeng BPBD Sleman, Basarnas Yogyakarta Bersiaga Hadapi Potensi Bencana Cuaca Ekstrem
Basarnas Yogyakarta turut bersiaga menghadapi potensi bencana dari cuaca ekstrem pada musim penghujan ini.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Yogyakarta turut bersiaga menghadapi potensi bencana dari cuaca ekstrem pada musim penghujan ini.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Yogyakarta Aditya Dwi Hartanto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.
"Besok kami akan bertemu dengan BPBD Sleman dalam rangka mengantisipasi potensi bencana," kata Aditya usai apel di Kantor PT Angkasa Pura (AP) 1 Yogyakarta, Selasa (07/01/2020).
• Hujan Disertai Angin, 2 Pohon Jati Tumbang dan Timpa Rumah Warga
Menurut Aditya, bencana yang berpotensi muncul akibat cuaca ekstrem ini antara lain banjir, longsor, hingga banjir lahar dingin Merapi.
Meskipun demikian, ia menyatakan belum mendapatkan informasi rinci terkait potensi banjir lahar dingin.
Selain dari BPBD Sleman, Basarnas Yogyakarta turut berkoordinasi dengan BPPTKG terkait hal tersebut.
"Curah hujan juga saat ini belum terlalu ekstrem, tapi kami sudah siaga dan bersinergi dengan potensi-potensi SAR di seluruh DIY," jelas Aditya.
• Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan pihaknya sudah memetakan wilayah yang rawan banjir hingga longsor.
Titik-titik rawan banjir terutama di sungai-sungai yang dekat dengan pemukiman warga.
"Pemetaaan rawan banjir kami lakukan di seputar sungai Boyong, Gendol, hingga Opak," kata Makwan, Senin (06/01/2019) lalu. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gandeng-bpbd-sleman-basarnas-yogyakarta-bersiaga-hadapi-potensi-bencana-cuaca-ekstrem.jpg)