Bantul
Anggaran Kurang, Pemkab Bantul Berharap Pelebaran Cinomati Bisa Pakai Danais
Awalnya, diajukan anggaran sebesar Rp 30 miliar, saat ini dipangkas atau dirasionalisasikan menjadi Rp 20 miliar.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Karena defisit anggaran, Pemerintah Kabupaten Bantul terpaksa memangkas anggaran di sejumlah program.
Satu diantaranya program pembelian lahan untuk proyek pelebaran Jalan Cinomati.
Awalnya, diajukan anggaran sebesar Rp 30 miliar, saat ini dipangkas atau dirasionalisasikan menjadi Rp 20 miliar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, meskipun anggaran dipangkas Rp 10 miliar, Pemerintah Bantul dan Pemerintah Provinsi DIY menurutnya komitmen bahwa proyek pelebaran jalan Cinomati menjadi agenda prioritas yang harus tetap dilaksanakan.
Pihaknya bahkan berencana untuk melakukan penyesuaian, diperubahan anggaran.
• Tebing di Jalur Cinomati Longsor, Material Longsor Sempat Tutup Separuh Badan Jalan
"Dilihat, kalau memang kemampuan keuangan daerah kita mencukupi, diperubahan anggaran itu akan kita lakukan penyesuaian," kata dia, saat ditanya mengenai anggaran pelebaran Cinomati.
Pelebaran jalan Cinomati menurutnya menjadi agenda prioritas dari Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemprov DIY.
Pasalnya, jalan yang menghubungkan Kecamatan Pleret dan Dlingo itu merupakan jalur wisata.
Sering digunakan wisatawan luar daerah untuk mengunjungi destinasi wisata di Dlingo maupun Gunungkidul.
Rencananya, jalur sepanjang 2.4 kilometer itu akan dilebarkan seluas empat meter.
Masing-masing sisi dua meter.
Pengerjaannya berbagi tugas. Pemerintah Bantul berkewajiban untuk membayar ganti pembebasan lahan, sementara Pemerintah Provinsi DIY kebagian tugas melakukan pengaspalan.
"Prosesnya sudah dimulai. Tahap sosialiasi dan pengukuran. Kita targetkan selesai dua tahun. Tahun ini dan tahun depan, sampai 2022," kata Helmi.
• Dalam Sepekan Terakhir, 750 Kendaraan Gagal Menanjak di Jalur Tanjakan Cinomati Bantul
Mantan sekretaris dewan itu berharap proyek pelebaran jalan Cinomati dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Sejauh ini pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi DIY.
Termasuk menanyakan, apakah dimungkinkan proyek pelebaran dapat dibiayai menggunakan Dana Keistimewaan.
Pemerintah Provinsi, dikatakan Helmi, tidak melarang dan tidak memperbolehkan.
Mereka hanya meminta kepada Pemerintah Bantul untuk mencoba mengusulkan pada perubahan anggaran di Bulan Maret.
Siapa tahu setelah melalui proses kajian nantinya bisa didanai.
"Meksipun tahun ini, anggaran pelebaran di Pemerintah kabupaten Bantul dikurangi Rp 10 miliar. Siapa tahu nanti bisa ditutup dengan Danais atau bahkan bisa lebih banyak dari itu," harapnya.
Lebih lanjut, Helmi mengatakan, sesuai dengan Detail Engineering Design (DED), pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan di Cinomati sedikitnya membutuhkan anggaran Rp 60 miliar.
Anggaran sebanyak itu ditargetkan dua tahun.
Artinya, jika saat ini baru ada Rp 20 miliar, Helmi berharap di perubahan anggaran di bulan Maret bisa ditambah Rp 10 miliar sehingga menjadi Rp 30 miliar.
"Kalau tahun ini mudah mudahan bisa separuh. Nantinya tahun berikutnya tinggal separuh lagi," ujar dia.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tidak-kuat-menaklukkan-tanjakan-di-jalur-cinomati.jpg)