Sleman
Tak Hanya Untung, DP3 Sleman Klaim Mina Padi Lebih Ramah Lingkungan
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sistem Mina Padi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sistem Mina Padi.
Salah satunya berada di Dusun Samberembe, Candibinangun, Pakem.
Kepala DP3 Sleman Heru Saptono mengatakan dukungan penuh diberikan pada Mina Padi lantaran sistem ini terbukti memberikan dampak positif bagi petani.
"Biaya operasional lebih murah, tapi hasilnya bisa 2 kali lipat dari sistem konvensional," jelas Heru dihubungi pada Minggu (05/01/2020).
• Mina Padi Sukses, Samberembe Pakem Dikembangkan Jadi Wisata Pertanian
Menurut Heru, keuntungan petani bisa bertambah 200 hingga 300 persen.
Selain itu, petani juga mendapat penghasilan tambahan dari panen ikan yang berada di lahan Mina Padi.
Keunggulan lain dari Mina Padi adalah tanpa pupuk kimia.
Sebab pupuk kimia beracun bagi ikan.
Pupuk alami pun lebih diutamakan, dengan harga yang lebih rendah.
"Jadi bisa dikatakan sistem ini lebih ramah lingkungan juga," kata Heru.
• Warga Semberembe Akui Hasil Mina Padi Lebih Menguntungkan
Ketua Pertanian dan Perikanan Samberembe Satriyanta alias Timbul mengatakan pendapatan petani naik signifikan setelah beralih dengan sistem Mina Padi.
Menurut Timbul, jika dengan sistem konvensional keuntungan yang didapat hanya Rp 800 ribu per bulan untuk per 1000 meter persegi.
Sebab biaya operasionalnya mencapai Rp 2,4 juta dengan hasil maksimalnya Rp 3,2 juta.
"Namun dengan Mina Padi, keuntungan naik jadi Rp 1 juta per bulan. Hasil padinya juga lebih berisi dan berbobot," ujar Timbul beberapa waktu lalu.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ketua-pertanian-dan-perikanan-samberembe-satriyanta-menunjuk-lahan-mina-cabai.jpg)