Sleman
Warga Semberembe Akui Hasil Mina Padi Lebih Menguntungkan
Warga Semberembe Akui Hasil Mina Padi Lebih Menguntungkan. Penghasilan Petani Naik dari Rp 3,2 Juta jadi Rp 4 Juta.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Budidaya Mina Muda Semberembe, Satriyanta mengakui bahwa sistem Mina Padi lebih menguntungkan ketimbang sistem konvensional.
Sistem Mina Padi di Semberembe, Candibinangun, Pakem, Sleman menurut Satriyanta mulai diterapkan sejak tahun 2012.
"Kalau dulu setahun bisa menghasilkan 3,2 juta rupiah per 1000 meter persegi, sekarang bisa mencapai 4 juta Rupiah," jelas Satriyanta di Desa Semberembe, Senin (13/08/2018).
Secara rinci, hasil panen padi yang didapat bisa mencapai 7 hingga 8 kuintal per 1000 meter persegi. Ini belum ditambah dengan panen ikan yang bisa mencapai berat 2,5 hingga 3,5 kuintal.
Baca: Minimalisir Penggunaan Pestisida, Sistem Mina Padi Lebih Ramah Lingkungan
Sebelumnya, Satriyanta menuturkan bahwa ia hanya mendapat panen padi seberat 5 hingga 6 kuintal per 1000 meter per tahun.
"Kalau di sini kita tanam padi jenis sembada merah, dengan Mina Padi hasilnya jadi lebih berbobot dan harga jual juga tinggi," ujar Satriyanta.
Menurut Satriyanta, kendala dalam sistem Mina Padi hanyalah hewan musang air atau yang disebut sebagai Regol.
"Mereka memangsa ikan yang ada di pematang sawah," ungkap Satriyanta.
Baca: Hadiri Panen Nila di Pakem, Wakil Bupati Sleman Berharap Sistem Mina Padi Dikembangkan Jadi Wisata
Lahan sawah yang dimiliki Kelompok Tahun Semberembe ini juga menjadi lokasi uji coba penanaman padi jenis M 400.
Jenis ini merupakan pengembangan varietas yang dilakukan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pusat dan DIY.
"Sejauh ini pertumbuhannya cukup bagus di lahan Mina Padi," kata Satriyanta. (tribunjogja)