Sleman
Mina Padi Sukses, Samberembe Pakem Dikembangkan Jadi Wisata Pertanian
Timbul menjelaskan, per bulannya tiap petani bisa mengantongi keuntungan hingga sebesar Rp 1 juta untuk luasan per 100 meter persegi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mina padi adalah salah satu teknik yang menggabungkan pertanian dan peternakan sekaligus.
Teknik ini cenderung unik, karena lahan padi ditempatkan pada kolam ikan.
Bagi yang penasaran, lahan Mina Padi ini bisa dilihat langsung Dusun Samberembe di Candibinangun, Pakem.
Seperti saat kunjungan Tribunjogja.com beberapa waktu lalu, lahan padi yang hijau terbentang cukup luas, berikut ikan-ikan Nila yang asyik berenang di bawahnya.
• Warga Semberembe Akui Hasil Mina Padi Lebih Menguntungkan
Tak hanya itu, rupanya warga Samberembe juga menambahkan berbagai pernak-pernik. Seperti kursi di tengah sawah untuk swafoto alias selfie.
Ketua Pertanian dan Perikanan Samberembe Satriyanta mengatakan ia bersama warga mulai mengembangkan dusun sebagai kampung wisata.
"Kami akan mengembangkannya menjadi wisata teknologi pertanian," jelas pria yang akrab disapa Timbul ini.
Niatan warga tersebut bukan tanpa alasan. Sebab Mina Padi bisa dikatakan menjadi ciri khas dari Samberembe. Dusun ini bahkan sudah dikunjungi oleh berbagai pejabat di bidang pertanian.
• Minimalisir Penggunaan Pestisida, Sistem Mina Padi Lebih Ramah Lingkungan
Selain itu, teknik Mina Padi yang diterapkan para petani Samberembe terbukti membawa hasil yang signifikan.
Timbul menjelaskan, per bulannya tiap petani bisa mengantongi keuntungan hingga sebesar Rp 1 juta untuk luasan per 100 meter persegi.
Hasil padinya pun tergolong baik dan berkualitas.
Pendapatan petani juga bertambah dengan hasil dari ternak ikan.
Menurut Timbul, dalam sekali panen petani bisa mendapatkan ikan seberat 4 hingga 5 kuintal.
"Jadi penghasilannya didapat dari dua sumber sekaligus," papar Timbul.