Sleman
Minimalisir Penggunaan Pestisida, Sistem Mina Padi Lebih Ramah Lingkungan
Minimalisir Penggunaan Pestisida, Sistem Mina Padi Lebih Ramah Lingkungan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM - Ketua HKTI DIY Ali Agus menyatakan sistem Mina Padi memiliki banyak manfaat dan sangat menguntungkan bagi petani.
Sistem ini sendiri menggabungkan antara peternakan ikan dan pertanian padi dalam satu lahan.
"Selain memanen padi, petani juga bisa memanen ikan untuk dijual dan dikonsumsi. Jadi penghasilan mereka bertambah," jelas Ali, Senin (13/08/2018) di Candibinangun, Pakem, Sleman.
Selain menambah penghasilan, sistem Mina Padi juga meminimalisir penggunaan pestisida untuk memacu pertumbuhan padi.
Baca: Hadiri Panen Nila di Pakem, Wakil Bupati Sleman Berharap Sistem Mina Padi Dikembangkan Jadi Wisata
Sebab ikan yang digunakan untuk Mina padi turut membantu membasmi hama merugikan bagi tanaman padi.
"Jadi kualitas padinya lebih organik, sehat, dan ramah lingkungan," kata Ali.
Ali Agus turut hadir dalam acara panen perdana ikan di lahan Mina Padi, Semberembe, Candibinangun, Pakem, Sleman.
Lahan seluas 20 ribu meter persegi ini juga menjadi lokasi uji coba penanaman padi jenis M 400 yang dikembangkan oleh Ketua HKTI Pusat Moeldoko.
"M berasal dari nama Pak Moeldoko sendiri," ungkap Ali.(tribunjogja)