Jangan Disepelekan! Kenali Gejala-gejala Stroke Ringan dan Cara Mengatasinya
Serangan stroke ringan hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan organ lanjutan.
TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa orang pernah mengalami stroke ringan.
Namun, karena gejalanya hanya berlangsung beberapa saat dan berangsur-angsung menghilang, beberapa di antaranya menyepelekan penyakit tersebut.
Padahal, stroke ringan bisa menjadi awal mula penyakit stroke kronis.
Melansir Web MD, sebuah penelitian di Inggris pada 2010 lalu menyebutkan, gejala stroke ringan mirip stroke biasa.
• 7 Manfaat Naik Turun Tangga yang Tidak Disadari, Bisa Bakar Kalori hingga Turunkan Risiko Stroke
• TIPS SEHAT : Lakukan 8 Hal Ini Demi Menjaga Jantung Tetap Sehat
Yang membedakan, serangan stroke hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan organ lanjutan.
Studi tersebut juga mengungkapkan, 70 persen pasien tidak memahami penyebab gejala stroke ringan yang dialaminya.
Bahkan, hanya sedikit di antara pengidapnya yang mencari pertolongan medis dalam waktu tiga jam sejak kali pertama terserang stroke.
Waktu krusial untuk menyelamatkan dan memulihkan penderita pascaserangan stroke.
Apa itu stroke ringan?
Stroke ringan juga dikenal sebagai Transient Ischemic Attack (TIA).
Kondisi ini menyebabkan pengidapnya kehilangan fungsi saraf otak dalam waktu singkat.
Pemicunya dari penyumbatan pembuluh darah.
Spesialis stroke, Larry B Goldstein, mengatakan sekitar satu dari 20 orang yang memiliki stroke ringan berpotensi mengalami stroke besar dalam beberapa hari.
• 7 Langkah untuk Mengontrol Kadar Gula Bagi Penderita Diabetes
Tak hanya itu, satu dari 10 penderita stroke ringan, dapat mengalami stroke dalam tiga bulan.
"Banyak pasien bahkan profesional kesehatan seringkali mengabaikan gejala stroke ringan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/stroke-ilust_20160312_133034.jpg)