Sleman

Bank Sleman Beri Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Tujuan pemberian bantuan ini yakni agar Bank Sleman dapat melaksanakan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Bank Sleman memberikan bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) kepada Suyitno warga Candi RT 02/05 Ganggong Bangunkerto Turi, Sabtu (28/12/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat kurang mampu, Bank Sleman memberikan bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) kepada Suyitno warga Candi RT 02/05 Ganggong Bangunkerto Turi, Sabtu (28/12/2019).

Kegiatan ini menurut Muh Sigit, selaku Direktur Utama Bank Sleman, masih dalam rangkaian HUT ke 38 PD BPR Bank Sleman tahun 2019.

"Secara keseluruhan pada tahun 2019, Bank Sleman telah menyalurkan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RLTH) sebesar Rp150 juta untuk 11 rumah," katanya.

Ditambahkan oleh Sigit, tujuan pemberian bantuan ini yakni agar Bank Sleman dapat melaksanakan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi pada pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan menuju kemandirian.

Hingga 2019, Pemkab Sleman Berhasil Rehabilitasi 2.202 unit RTLH

"Program CSR ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar Bank Sleman serta membangun kemitraan guna meningkatkan kesejahteraan," jelasnya.

Selain itu, program ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan akan terus diagendakan untuk tahun-tahun mendatang.

Sementara itu Kades Bangunkerto Anas Makruf menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bank Sleman yang telah memberikan bantuan kepada warganya yang kurang mampu, sehingga dapat memiliki rumah yang layak untuk dihuni.

Kades juga berbangga karena warga bergotong royong mendukung pelaksanaan rehab rumah tidak layak huni ini.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

"Pembangunan rumah ini sebenarnya menghabiskan Rp 67juta, dan masyarakat pun mampu berswadaya dengan penerima bantuan juga sehingga dapat terkumpul Rp 37 juta. Jadi dana stimulan sebesar Rp 30 juta dan dana swadaya ini seluruhnya digunakan untuk renovasi," tuturnya.

Hadir pula pada kegiatan ini Ketua Dewan Pengawas Bank Sleman, Hardo Kiswoyo, Kades Bangunkerto Pendamping dari Dinas PUPR Sleman dan Panitia Pembangunan serta masyarakat yang terlibat aktif dalam gotong royong membantu proses pembangunan Rumah.

Pada akhir acara dilakukan penyerahan secara simbolis penyerahan kunci oleh Direktur Utama Bank Sleman kepada Suyitno.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan pembukaan pintu rumah oleh Ketua Dewan Pengawas dan dilanjutkan dengan peninjauan ke dalam rumah. ( TRIBUNJOGJA.COM | Andreas Desca )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved