Antisipasi Kemacetan, Polres Bantul Siapkan Rekayasa Lalin di Jalur Parangtritis dan Bukit Bintang

Aparat kepolisian Bantul mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi, agar tidak terjadi penumpukan lalu lintas parah.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
dok. tribunjogja/gilang satmaka
Bukit Bintang saat senja. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memasuki masa libur panjang Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020, sejumlah titik di Kabupaten Bantul mengalami kemacetan.

Namun, aparat kepolisian Bantul mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi, agar tidak terjadi penumpukan lalu lintas parah.

Kasatlantas Polres Bantul, AKP Cheryn Nova Madhang, menandaskan jalur menuju Pantai Parangtritis, serta Bukit Bintang, menjadi jalan yang paling berpotensi dilanda kemacetan selama masa libur.

Beberapa rekayasa lalu lintas bakal ditempuh pihaknya.

Jelang Masa Libur Nataru, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Wates Kulonprogo

Polresta Yogyakarta Terjunkan 800 Personel untuk Amankan Nataru

Jalur menuju Pantai Parangtritis mendapatkan sorotan khusus.

Benar saja, selama Nataru, jalan ke arah sana, bakal diberlakukan sistem satu arah.

Sehingga, ketika masuk melalui TPR, para pengunjung akan diarahkan keluar melalui pos retribusi di Pantai Depok.

"Jadi untuk pintu masuk, nanti semuanya lewat TPR, lalu keluarnya melalui Pantai Depok, melewati jalan depan Polairud," terangnya.

Gelombang tinggi. Petugas SAR Linmas Pantai Parangtritis memberikan himbauan kepada wisatawan supaya tidak bermain air ke tengah.
Gelombang tinggi. Petugas SAR Linmas Pantai Parangtritis memberikan himbauan kepada wisatawan supaya tidak bermain air ke tengah. (Dokumentasi SAR linmas Parangtritis)

Tidak berhenti sampai di situ, seandainya nanti terjadi kemacetan panjang menjelang TPR Pantai Parangtritis, yakni di Jembatan Kretek, kepolisian sudah menjalin koordinasi dengan instansi terkait, agar kendaraan yang mengantre, bisa diloloskan dari ticketing.

Dalam artian, penumpukan kendaraan di sekitar area tersebut, diharapkannya bisa terurai, dengan sistem pembebasan retribusi di objek wisata setempat.

Ia menilai, penerapan sistem semacam ini terbukti ampuh, untuk menghindari penumpukan.

"Sampai benar-benar itu sudah tidak ada kepadatan kendaraan di jembatan (Kretek), barulah penarikannya bisa dilanjutkan," jelasnya.

Antisipasi Kemacetan, Bus Pariwisata Dilarang Masuk Pusat Kota Yogyakarta Selama Masa Libur Nataru

Gubernur DIY Sebut Perlu Manajemen Lalu Lintas Selama Nataru

Sedangkan untuk jalur menuju Bukit Bintang, Cherryn menjelaskan, kepolisian sudah menyiagakan petugas, agar wisatawan tak mengenhentikan kendaraannya, atau parkir di sepanjang jalan.

Hal itu, lanjutnya, sebagai upaya mengantisipasi kemacetan.

Di samping itu, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas secara khusus di jalur Cino Mati yang dikenal memiliki tanjakan dan turunan cukup curam.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved