Sains
Inilah 3 Musuh Alami Ular Kobra
Walaupun lahan bagi populasi kobra semakin menyempit, ular kobra masih mampu bertahan di lingkungan urban atau semi urban.
2. Garangan jawa (Herpestes javanicus)
Garangan jawa (Herpestes javanicus), salah satu predator alami anakan ular kobra yang saat ini sudah jarang ditemukan.
Garangan jawa (Herpestes javanicus), dalam bahasa daerah dikenal sebagai garangan atau ganggarangan.
Garangan adalah karnivora kecil anggota suku Herpestidae.
Menyebar luas di Asia Tenggara dan Selatan, hewan ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Javan mongoose, small Indian mongoose, atau small Asian mongoose.
Garangan bertubuh kecil hingga sedang, panjang kepala dan tubuh 250–410 milimeter, sedangkan ekornya 60–80 persen lebih panjang dari kepala dan tubuhnya.
Bobot tubuhnya berkisar antara 0,5 sampai 1 kilogram.
Garangan memiliki warna bulu cokelat kelabu atau cokelat kemewahan.
Hewan pemangsa ini umumnya hidup di semak-semak dan padang rumput, daripada di hutan yang rapat.
Aktif di atas tanah (terestrial) dan jarang memanjat pohon, garangan tidur dalam lubang-lubang di tanah, lubang pohon dan tempat yang serupa.
Garangan jawa aktif berburu mangsa di siang maupun malam hari.
Ia sering terlihat menyeberangi jalan di siang hari, dengan badan rendah di atas tanah dan ekor lurus di belakangnya.
Mangsa utamanya adalah tikus, tetapi garangan tidak keberatan memangsa apa pun hewan kecil yang ditemuinya seperti ular kobra, burung, reptil, kodok, yuyu, serangga, ayam, dan bahkan kalajengking.
Garangan dikenal sebagai musuh atau pemangsa ular.
Perkelahian garangan dengan ular kobra seing terjadi, meski ular hanyalah bagian kecil dari porsi mangsa garangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ular-kobra-di-solo.jpg)