Yogyakarta

Sultan HB X Sebut Uji Geolistrik di Proyek Kelok 18 Perlu

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut perlunya uji coba geo listrik pada proyek jalur jalan lintas selatan (JJLS) dan kelok 18.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan  Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut perlunya uji coba geo listrik pada proyek jalur jalan lintas selatan (JJLS) dan kelok 18.

Adanya ujicoba ini nantinya akan mendapatkan hasil valid mengenai keberadaan luweng dan rongga tanah.

“Geolistrik khan ilmu pengetahuan untuk ngukur tanah, untuk melihat kekosongan tanah, dan mengidentifikasi luweng. Itu perlu tidak ada masalah,” ujar Sultan HB X usai penandatangan kesepakatan antara Pemda DIY, BPD DIY dan Grab di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Jumat (13/12/2019) sore.

Sultan menyebut perlunya uji coba ini untuk mendapatkan hasil valid mengenai keberadaan luweng yang memang berada di kawasan Gunungkidul.

Satker P2JN Sebut Geolistrik dan Peta Luweng Diperlukan untuk Proyek JJLS

Sehingga, nantinya pemrakarsa proyek pembangunan ini bisa menghitung benar keberadaan luweng dan menghindarinya untuk trase JJLS dan Kelok 18.

“(Dari geografisnya) Gunungkidul khan banyak air tetapi ini hilang. Berarti khan banyak rongga atau luweng di dalamnya,” kata Sultan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut uji geolistrik untuk memastikan kawasan tersebut aman ketika dibangun adanya kelok dengan pilar yang banyak.

Dia juga mengatakan, harus ada protap mengenai pembangunan ini.

Jika memang dicurigai rawan ambles maka harus pindah trase. Penguatan untuk struktur pun perlu dilakukan.

“Nah, geolistrik  ini adalah antisipasi supaya jalan gak gampang ambles,” ujarnya.

Dengan adanya pengujian ini, nantinya sudah direkomendasikan oleh ahli dan kemudian ditindaklanjuti oleh Pemda dan juga pelaksana pekerjaan.

Termasuk, langkah strategis yang diperlukan oleh Balai Besar jalan untuk mengantisipasi hal ini.

Uji Geolistrik di Kelok 18 dan JJLS Dianggarkan Rp 1,2 Miliar

“Nanti khan ada rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi,” jelasnya.

Perlu diketahui anggaran untuk pengujian Geolistrik proyek Kelok 18 dan juga JJLS senilai Rp 1,2 miliar di tahun 2020.

Hal ini merupakan salah satu antisipasi untuk menghindari luweng atau sungai bawah tanah yang berada di kawasan proyek.

Anggaran senilai Rp  1,2 miliar ini berada di DPUESDM dan dilelangkan tahun 2020 mendatang.

Huda menyebutkan, di seluruh jalur yang akan dilalui JJLS diperkirakan ada beberapa tempat yang paling urgen untuk lubang bawah tanah ini.

Hal ini untuk menghindari jalan ambles jika dilalui dan tidak diuji terlebih dahulu.

Menurut Huda, ada kemungkinan potensi lubang di bawah tanah di sekitar lokasi yang akan dibangun.

Pihaknya pun sudah pernah membahas dalam daftar isian masalah pada saat pembahasan rapat.

Pihaknya pun merekomendasikan untuk uji geolistrik di trase kelok 18. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved