Yogyakarta

Sekda DIY Sebut Bupati Bisa Berhentikan Aparat Desa yang Terbukti Korupsi

Pemda DIY menyerahkan kasus dugaan korupsi dana desa di Banguncipto, Sentolo Kabupaten, Kulon Progo ke penegak hukum.

Sekda DIY Sebut Bupati Bisa Berhentikan Aparat Desa yang Terbukti Korupsi
IST
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyebut Pemda DIY menyerahkan kasus dugaan korupsi dana desa di Banguncipto, Sentolo Kabupaten, Kulon Progo ke penegak hukum.

Pengawasan di tingkat Inspektorat dan Alat Pengawas Internal Pemerintah APIP juga harus diintesifkan.

"Untuk kasus kalau sudah masuk aparat penegak hukum ikuti saja. Ketentuan seperti apa dinonaktifkan dan diberhentikan itu yang berhak bupati/wali kota. Kalau terbukti bersalah bupati ada wewenang untuk menghentikan," kata Aji, Kamis (5/12/2019).

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa, Kejari Kulon Progo Geledah Kantor Desa Banguncipto

Berbekal pengalaman kasus itu, untuk mencegah terjadinya kasus serupa, perlu pembinaan, pendampingan dan evaluasi pengelolaan dana desa agar tidak sampai terjadi penyelewengan.

Pengelolaan dana desa diawali dari proses perencanaan hingga evaluasi hasil pelaksanaan programnya.

"Bukan hanya dana desa banyak perlu evaluasi. Evaluasi siklusnya bisa baik dan ada tugas untuk pengawasan internal," katanya.

Dia juga mengatakan, untuk kelembagaan sudah diatur dalam Perda dan Pergub baru.

Hal ini untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran.

BEM KM UGM dan Jaringan Masyarakat Sipil Antikorupsi Akan Lakukan Aksi Simbolik

Perlu diketahui, alokasi dana desa di DIY tahun 2019 mencapai Rp 423,7 miliar.

Halaman
12
Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved