Yogyakarta

Penumpang Trans Jogja Berkurang hingga 10 Persen dari Tahun 2016

Penurunan jumlah penumpang dari tahun 2016 ini harus dilihat dari banyak aspek.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Direktur PT AMI, Dyah Puspitasari 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bus Trans Jogja terus berbenah agar load factor bisa mencapai target.

Hal ini lantaran adanya penurunan sebanyak 5 sampai 10 persen penumpang dari tahun 2016 hingga tahun 2018.

Direktur PT AMI, Dyah Puspitasari menyebut penurunan jumlah penumpang dari tahun 2016 ini harus dilihat dari banyak aspek.

Pihaknya pun tidak ingin terjebak dengan menyalahkan ojek atau taksi online.

"Kami tidak menyalahkan taksi online atau ojek online. Yang kami lihat justru ada kebutuhan tak terpenuhi dari masyarakat atau (bus Trans Jogja) tidak sesuai kebutuhan," kata Dyah, akhir pekan lalu.

Tahun 2020 Direncanakan Ada Aplikasi Bus Trans Jogja

Dia menjelaskan, penumpang bus Trans Jogja, suka tidak suka harus berjalan ke halte untuk naik transportasi umum ini.

Sementara, kebutuhan saat ini adalah penumpang lebih suka dijemput dari lokasi tanpa harus berjalan atau mengeluarkan tenaga.

Untuk data di tahun 2019 ini, kata Dyah memang belum kelihatan.

Namun, pihaknya mendorong load factor bus ini dengan berbagai cara.

Diantaranya adalah dengan kampanye melalui pelajar untuk menggunakan bus ini.

Kecanggihan zaman dan era digital, kata Dyah bisa menjadi satu di antara kampanye dan promosi untuk bus ini.

Jika menggunakan bus Trans Jogja ini menjadi kampanye untuk mengurangi kemacetan maka hal ini akan semakin menaikkan load factor.

Sultan HB X Minta Direksi Evaluasi Soal Kasus Trans Jogja

"Pelajar paling engga pakai Trans Jogja. Tren anak milenial yang gemar menggunakan bus misalnya di-upload si story medsos. Anak SMA dan SMP juga senang menjadi bagian dari pengurang kemacetan paling enggak ke arah sana," urainya.

Sebelumnya, Dyah menargetkan load factor bus Trans Jogja bisa mencapai sekitar 30 sekian sampai 40 persen kenaikannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved