APBD 2020 Disahkan

BREAKING NEWS: APBD Kota Yogya 2020 Disahkan

Pemkot Yogyakarta bersama kalangan legislatif akhirnya menyetujui dan mengesahkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Yogya me

BREAKING NEWS: APBD Kota Yogya 2020 Disahkan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta bersama kalangan legislatif akhirnya menyetujui dan mengesahkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Yogya menjadi APBD Tahun 2020 pada Kamis (28/11) malam.

APBD Kota Yogya Tahun 2020 tersebut disetujui eksekutif dan legislatif dengan rincian pendapatan daerah di angka Rp1.811.278.970.841 dan belanja daerah mencapai Rp1.960.330.073.454, sementara untuk defisit berada pada Rp149.051.102.613.

Gunakan APBD, Pemkab Sleman Naikkan Gaji Guru dan Pegawai Honorer Sekolah di 2020

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko mengatakan, naiknya premi dan juga UMK sedikit banyak cukup mempengaruhi bengkaknya belanja daerah pada tahun depan.

Untuk itu, ia meminta Pemkot untuk menyikapi kenaikan itu dengan bijak sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Alokasi dana jaminan kesehatan yang telah dianggarkan dalam APBD perlu dipastikan mampu untuk mengcover biaya pelayanan kesehatan warga kota Yogya dan mesti diprioritaskan untuk warga yang benar-benar tidak mampu," kata dia, saat dikonfirmasi Jumat (29/11/2019).

Selain itu, ia juga meminta Pemkot untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah melalui e-tax, sehingga dapat menggenjot dari sisi PAD. "Kami minta hal itu bisa menjadi program prioritas Pemkot," tambahnya.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan, penandatanganan RAPBD menjadi APBD tersebut sudah tepat waktu, sehingga pihaknya bisa punya cukup waktu untuk menyerahkan APBD 2020 kepada Pemda DIY untuk dievaluasi.

Komisi A Dorong Redesain APBD Untuk Tanggap Darurat dan Siaga Darurat Kekeringan Tahun 2020

Dia mengklaim, berdasarkan neraca keuangan daerah dia menilai kemampuan keuangan Pemkot Yogya tergolong sehat meskipun defisit hingga delapan persen.

Angka itu kata dia tidak perlu dikhawatirkan karena belum menyentuh dua digit.

"Semoga dengan kemapuan keuangan yang semakin meningkat kita bisa mencapai tujuan yakni mensejahterakan masyarakat," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved