Kriminalitas

Polda DIY Bekuk Komplotan Pengedar BBM Ilegal Tampung Solar Bersubsidi dengan Truk Modifikasi

Mereka membeli solar di SPBU seharga Rp 5.500 per liter kemudian dijual untuk kebutuhan industri seharga Rp 7.600 per liter.

Polda DIY Bekuk Komplotan Pengedar BBM Ilegal Tampung Solar Bersubsidi dengan Truk Modifikasi
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Direktur Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Tony Surya Putra didampingi Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto memberikan keterangan dan menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus dugaan peredaran bahan bakar minyak ilegal di Mapolda DI Yogyakarta, Rabu (27/11/2019). Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY berhasil mengtungkap dugaan peredaran BBM ilegal jenis bio solar bersubsidi yang dibeli dari SPBU menggunakan truk yang telah dimodifikasi kemudian solar tersebut dijual kembali oleh para tersangka menjadi BBM solar industri dengan harga Rp 7.600 per liter. 

TRIBUNJOGJA.COM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY mengungkap perederan bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis solar.

Pelaku yang berjumlah tiga orang ditangkap karena menjual solar bersubsidi untuk dijual ke perindustrian.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Pol Tony Surya Putra saat konferensi pers Rabu (27/11/2019) menjelaskan kasus itu terungkap saat pihaknya melakukan pemeriksaan ke truk tangki muatan BBM yang melintas di Jalan Nanggulan Mendut, Kulon Progo pada 13 November kemarin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, truk berkapasitas 8000 liter tersebut berdokumen dan bersegel palsu.

"Saat dilakukan pengecekan dokumen, pelaku tidak dapat menunjukan dokumen pengangkutan atau dokumen niaga yang sah," jelasnya.

Pertamina Luncurkan Layanan Delivery Service BBM

Berbekal temuan tersebut, pihaknya lantas melakukan penangkapan atas tiga tersangka, yakni SS (40) warga Demak, dan dua warga Semarang berinisial EP (39) dan LS (42).

Setelah diinterogasi petugas, terungkap bahwa modus yang dilakukan para pelaku ini dengan membeli BBM jenis solar bersubsidi di SPBU di daerah Kendal sekitaran Jawa Tengah.

Para pelaku ini membeli solar dengan truk yang tangkinya sudah dimodifikasi.

Jika truk biasa hanya bisa menampung 200 liter, maka mereka memodifikasi sehingga bisa menampung hingga 500 liter solar.

"Mereka ini seolah-oleh beli solar dengan truk untuk kepentingan transportasi. Kemudian solar itu ditampung di suatu tempat dengan dipindahkan ke drum. Kemudian dari drum penampungan dimasukkan ke truk tangki untuk dijual ke industri," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved