Bantul
Warga Bantul Olah Biji Okra Jadi Kopi Berkhasiat
Biji okra dicampur dengan jahe sehingga tercetus kopi raja alias okra dan jahe.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tanaman okra lumrahnya dimasak sebagai sayur.
Buahnya berwarna hijau panjang menyerupai tanduk.
Namun di tangan Budi Santoso, okra dapat diolah menjadi minuman.
Kopi okra, diracik Budi dari biji okra kering yang diproses layaknya biji kopi.
Namun khusus olahan Budi, biji okra dicampur dengan jahe sehingga tercetus kopi raja alias okra dan jahe.
• Stik Kopi Mocaf Kreasi Warga Bantul Diminati Pasar Hingga Luar Daerah
Kopi raja ini merupakan hasil riset Budi tujuh bulan lalu.
Ia melihat, okra yang dulunya banyak dicari orang dan laris di pasaran, belakangan tidak lagi diminati.
Padahal kata Budi, di supermarket harga tiga buah okra bisa mencapai Rp10 ribu.
Ia menduga, okra tidak lagi disukai karena jika dimasak akan mengeluarkan lendir.
"Saya mengamati tanaman okra saat booming sangat laku. Tapi seiring berjalannya waktu banyak yang tidak laku. Padahal di supermarket banyak yang dibutuhkan," kata Budi saat ditemui Tribunjogja.com di rumahnya di Tegal Malang, Dusun Grujugan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kamis (5/9/2019).
Ia pun berpikir, pasti di balik tanaman okra ada sesuatu yang menarik.
• Organisasi Kopi Bantul, Dari Kopi Untuk Misi Kemanusiaan
Kemudian ia mencoba biji tanaman okra dibuat kopi.
"Dari riset yang saya lakukan, rasanya enak sekali. Kemudian saya modifikasi, saya tambah dengan jahe dengan perbandingan 1:10. Satu kilogram biji okra, satu ons jahe. Dari itu rasanya sangat enak dan disukai," ungkapnya.
Penambahan jahe dilakukan agar menghilangkan langu pada biji okra.
Pengolahannya juga tergolong mudah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-bantul-olah-biji-okra-jadi-kopi-berkhasiat.jpg)