Stik Kopi Mocaf Kreasi Warga Bantul Diminati Pasar Hingga Luar Daerah
Cemilan stik kopi kreasi Lusi dikemas dalam standing pouch ukuran 70 gram dan toples kecil 130 gram.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Meski terbilang bisnis baru, stik kopi mocaf, cemilan berbahan kopi dan tepung singkong kreasi Lusia Erni warga Bantul banyak diminati oleh pasar.
Hal itu terbukti dengan banyaknya permintaan yang datang dari sejumlah daerah.
"Permintaan ada dari Yogyakarta, Banjarnegara, Surabaya, Jakarta dan paling jauh dari Kepulauan Riau," kata Lusi saat ditemui Tribunjogja.com di rumahnya, di Padukuhan Cabean, Panggungharjo Sewon Bantul, Jumat (04/10/2019).
Menurut dia, dalam sehari selalu ada permintaan yang datang.
Tak kurang dari 30 sampai 50 pack setiap harinya mampu terjual.
Cemilan stik kopi kreasi Lusi dikemas dalam standing pouch ukuran 70 gram dan toples kecil 130 gram.
Untuk memenuhi permintaan pasar, Lusi setiap hari mengaku memproduksi sedikitnya 3 kilogram bahan.
Dari 3 kilogram bahan itu mampu menghasilkan kurang lebih 50 pack stik kopi.
Untuk pemasaran, diakui Lusi, sejauh ini produk yang baru dirintis dua bulan itu hanya memaksimalkan penjualan via online melalui Instagram, Go-Food maupun Facebook.
"Kadang ikut juga dalam bazar saat ada pameran,"terangnya.
Stik kopi mocaf, kata Lusi merupakan cemilan sehat, tanpa bahan pengawet.
Terbuat dari campuran antara kopi Robusta, gula palm dan tepung mocaf atau tepung singkong.
Ide awal mengapa kopi dibuat menjadi stik, menurut dia, karena tidak semua orang suka minum kopi sehingga ia berpikiran untuk menyajikan kopi dalam bentuk cemilan.
"Tidak semua orang suka minum kopi. Saya kemudian terpikir bagaimana cara mengolah kopi agar disukai oleh banyak kalangan," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/stik-kopi-mocaf.jpg)