Pendidikan
Mahasiswa UGM Ciptakan Bone Graft dari Tulang Kambing
Bone graft sangat dibutuhkan dalam operasi patah tulang, dimana bone graft berfungsi sebagai material pengisi atau pengganti tulang yang rusak.
TRIBUNJOGJA.COM - Selama ini pemenuhan material untuk cangkok tulang masih didatangkan dari negara lain.
Selain itu, untuk harga yang harus dibayarkan juga terbilang mahal.
Melihat hal tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Valentino Alberto Muktiwibowo, Alfin Lanagusti (FKG) dan Pradnya Paramitha Dewandani (Fakultas Farmasi) berhasil mengolah tulang kambing menjadi material tiruan yang digunakan untuk memperbaiki tulang yang rusak (bone graft), di bawah bimbingan Archadian Nuryanti.
Valentino menerangkan, bone graft sangat dibutuhkan dalam operasi patah tulang, dimana bone graft berfungsi sebagai material pengisi atau pengganti tulang yang rusak.
“Selama ini pemenuhan akan material cangkok tulang masih dengan impor dari negara lain dengan harga yang relatif mahal. Karenanya kami melakukan penelitian untuk pengembangan bone graft dalam negeri,” terangnya.
• Krekkk! Apakah Membunyikan Persendian Tulang Bisa Membahayakan?
Menurutnya di Indonesia sendiri kebutuhan bone graft sangat tinggi, bukan hanya untuk membantu pasien patah tulang, tetapi juga kerusakan gigi.
Sementara bank jaringan di Indonesia belum begitu banyak, baru ada tiga bank jaringan yang berada di Jakarta, Batam, dan Padang.
“Ada 24 juta kasus patah tulang per tahunnya di Indonesia. Belum lagi kerusakan gigi dan keganasan yang kasusnya mencapai 70 persen yang itu pun membutuhkan jaringan tulang,” ungkapnya.
Terkait pemilihan tulang kambing sebagai materi bone graft, hal tersebut lantaran ketersediaannya yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, tulang kambing juga memiliki struktur mikro yang mirip dengan tulang manusia.
• Hati-hati, Diet Bisa Timbulkan Dampak Buruk pada Tulang
"Kandungan kalsium terutama pada tulang kambing yang relatif tidak bernilai ekonomis, diproses agar membentuk kompleks dengan fosfor dalam bentuk apatit yang mudah diserap tubuh hingga 60-70 persen. Dengan begitu, tulang kambing dapat menjadi kandidat sumber alami hidroksiapatit yang murah dan memiliki potensi yang besar di masa depan," jelasnya.
Alfin Lanagusti menerangkan, saat ini produk bone graft ini telah melalui uji in vivo atau uji pada hewan coba.
Material bon graft diimplankan ke tulang tikus Cavia cobaya. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan signifikan dari jumlah yang berperan dalam pembentukan tulang.
“Dengan penambahan bone graft dari tulang kambing ini memperlihatkan peningkatan jumlah sel osteoblas dan kolagen secara signifikan yang ditandai dengan adanya penanda/marker ALP (alkali fosfatase) disertai penolakan imun yang minimal dengan melihat jumlah eosinofil dan kadar Ig E,” ungkapnya.
• UNBOXING KULINER: Snack Hits Super Ekonomis di Jogja
Meskipun telah teruji bisa digunakan sebagai material alternatif untuk bahan bone graft, namun ke depan masih perlu dilakukan sejumlah uji lanjutan, termasuk uji klinis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mahasiswa-ugm-ciptakan-bone-graft-dari-tulang-kambing.jpg)