Bantul

Dongkrak Pendapatan dari Pajak Restoran dan Hotel, Pemkab Bantul Luncurkan E-SPTPD

E-SPTPD diharapkan bisa mengerek pemasukan pajak restoran, hotel, hiburan, hingga parkir di Bantul.

Dongkrak Pendapatan dari Pajak Restoran dan Hotel, Pemkab Bantul Luncurkan E-SPTPD
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bantul membuat sebuah terobosan baru dalam mengoptimalisasi pendapatan dari sektor pajak.

Pelayanan online Elektrik Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (E-SPTPD) pun diluncurkan.

Kepala BKAD Bantul, Trisna Manurung menjelaskan, sistem anyar ini diharapkan bisa mengerek pemasukan pajak restoran, hotel, hiburan, hingga parkir.

Sehingga, peningkatan tak hanya meliputi Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) semata.

DJP Perluas Pembayaran Pajak Melalui Agen Laku Pandai

"Jadi, untuk E-SPTPD ini kita tekankan pada pajak restoran dan hotel terlebih dahulu. Harapan kami, pada 2020 mendatang, peningkatannya bisa mencapai 50 persen," katanya. 

Trisna pun mengungkapkan, sejauh ini, pendapatan Bantul dari pajak restoran, terbilang cukup minimalis, dengan kisaran Rp 4 miliar per empat tahun.

Padahal, terdapat lebih kurang 200 restoran, plus dua hotel berbintang yang berdiri di Bumi Projo Tamansari.

"Ya, keberadaan monitoring untuk pelaporan dan pembayaran ini, diharapkan pendapatan pajak dari restoran bisa terus meningkat," terangnya.

Guna menunjang E-SPTPD, pihaknya menggandeng Bank BPD DIY, dengan memasang sebuah perangkat, atau tapping box sebanyak 50 buah, yang tersebar di sejumlah restoran, serta hotel.

UNBOXING KULINER: Snack Hits Super Ekonomis di Jogja

Alhasil, pelaku usaha pun dapat mencatatkan omsetnya secara online.

Akan tetapi, dirinya tak menampik, alat tersebut belum diserahkan pada seluruh restoran dan hotel yang ada di Bantul.

Sejauh ini, tapping box diprioritaskan untuk restoran, maupun hotel, yang memiliki omset, atau pendapatan mencapai Rp 300 juta per tahun. 

"Jadi, tidak lagi pakai cara manual, sehingga besaran pajak pun bisa dihitung langsung. Tentunya, ini menjadi lebih praktis dan transparan," pungkas Trisna. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved