Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan: Ganti Nama Hingga Latih Mantan

BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta memperkenalkan sebutan baru mereka sebagai BP Jamsostek Yogyakarta di hadapan media, dalam acara Media Gathering yang

BPJS Ketenagakerjaan: Ganti Nama Hingga Latih Mantan
internet
logo BPJS Ketenagakerjaan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta memperkenalkan sebutan baru mereka sebagai BP Jamsostek Yogyakarta di hadapan media, dalam acara Media Gathering yang dilaksanakan di Bilik Kayu, Senin (25/11/2019).

Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Yogyakarta Ainul Kholid pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek pusat pada 19 September lalu telah memperkenalkan nama baru tersebut.

Pilkada Bantul, Panitia Penyelenggara Didorong Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

"Secara formal masih BPJS Ketenagakerjaan, tapi agar tidak keliru ke sebelah, jadi BP Jamsostek. Mindset masyarakat bila bicara BPJS maka larinya ke sebelah. Kami berbusa-busa menjelaskan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian tapi pertanyaan yang datang kenaikan iur, cara naik kelas gimana, keluarga yang belum didaftarkan bagainana. Di kami yang dicover hanya pekerja," urainya.

Selain terkait nama baru, Ainul juga mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menggelar kegiatan vokasi bagi mantan penerima BP Jamsostek.

Pelatihan tersebut gratis, serta peserta akan mendapat sertifikat dan uang saku sebesar Rp 40ribu per hari.

"Syaratnya sudah pernah jadi peserta BP Jamsostek minimal 1 tahun, sudah mengundurkan diri, baik PHK atau masa kontrak habis, atau lain lain hal kecuali mati atau pensiun  Usia maksimal 40 tahun," terangnya.

Ia menambahkan bahwa peserta yang PHK maksimal sudah dua tahun yang lalu.

Kelas pertama tahun ini telah dilaksanakan pada 7-22 November 2019 dan diikuti oleh 20 peserta dalam satu kelas dengan pelatihan membuat busana jadi.

Pebecak dan Kusir Andong Harus Terkover BPJS Ketenagakerjaan

"Melalui pelatihan ini diharapkan 'mantan-mantan' kami memiliki skill bekerja di tempat lainnya atau membuka usaha sendiri," urainya.

Ia mengatakan bahwa pada 28 November mendatang akan kembali dibuka kelas pelatihan vokasi. Beberapa orang telah mendaftarkan diri. Tahun ini pihaknya memiliki kuota sebanyak 225 orang dan tersisa 205 orang.

"Pelatihan tidak terbatas misal keterampilan perkayuan, otomotif, teknik kamera, video editing, mesin mesin konvensional, las listrik, membatik, chef, dan sebagainya. Pendaftaran langsung datang ke kantor kami atau daftar online sso.bpjsketenagakerjaan.go.id, " tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: mail ada aja
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved