Kulon Progo
Kawasan Industri Sentolo Juga Perlu Perhatian
Pasalnya, kawasan industri tersebut bisa mengundang sektor usaha padat karya sehingga lebih banyak tenaga kerja terserap di dalamnya.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Upaya pengembangan Kawasan Industri Sentolo perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Pasalnya, kawasan industri tersebut bisa mengundang sektor usaha padat karya sehingga lebih banyak tenaga kerja terserap di dalamnya.
Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono menyebut, Kawasan Industri Sentolo membawa harapan akan tumbuhnya sektor-sektor usaha padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.
Sehingga, angka pengangguran dapat terkurangi serta pendapatan dan perkonomian masyarakat di sekitar pabrik lebih menggeliat.
"Sayangnya, saat ini Kawasan Industri Sentolo cenderung terabaikan tanpa perhatian khusus," kata Lajiyo, Minggu (24/11/2019).
• Kawasan Industri di Sentolo dan Piyungan Akan Dibuat Seperti Silicon Valley
Hal itu menurutnya karena Pemkab selama ini hanya terfokus pada pembangunan megaproyek seperti Bandara Internasional Yogyalarta (YIA), pelabuhan perikanan Tanjung Adikarto, hingga pabrik penambangan pasir besi maupun pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Di satu sisi, megaproyek itu punya peran penting dalam pembangunan ekonomi jangka panjang.
Namun, di sisi lain, masyarakat Kulon Progo juga butuh lapangan kerja.
Mereka tak bisa seluruhnya terakomodir dalam proyek-proyek besar itu karena butuh kualifikasi khusus.
Lain halnya dengan ada pabrik berbasis padat karya.
Penyerapan tenaga kerjanya jauh lebih terbuka.
Lajiyo menilai, satu di antara cara terbaik mengurangi pengangguran sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat adalah dengan membuka luas keran investasi berbasis padat karya.
"Pemkab perlu kembali memperhatikan kawasan industri Sentolo dan proaktif mempermudah perizinan masuknya investor padat karya. Jangan ragu berikan kemudahan berinvestasi. Kalau perlu, minta bantuan ke Kementerian Perindustrian agar membawa investor ke sini," kata Lajiyo.
• DPRD Kulon Progo Sebut Data Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Perlu Diperbaiki
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo, Agung Kurniawan mengatakan pihaknya bertekad mewujudkan iklim investasi yang kondusif dengan kemudahan perizinan.
Di antaranya melalui Online Single Submission (OSS) untuk pengurusan perizinan secara elektronik daring maupun langkah jemput bola perizinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)