Yogyakarta

Masyarakat Perlu Budayakan Memanen Air Hujan

Menurutnya, air hujan ini memiliki kandungan kimia dan fisika yang jauh lebih baik dari standar yang telah ditetapkan oleh Kemenkes.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
istimewa
Jumpa Pers mengenai pentingnya memanen air hujan yang diadakan di Fortagama UGM pada Kamis (21/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, sudah menjadi masalah utama di berbagai daerah di Indonesia.

Dari data BNPB, pada tahun 2018 hingga pertengahan tahun 2019 tercatat sebanyak total 1.022 kejadian banjir terjadi di Indonesia dengan jumlah korban mengungsi sebanyak 1.453.803 jiwa.

Sedangkan bencana kekeringan mencapai 129 kejadian dengan 7.798.693 jiwa terpaksa mengungsi.

Berkaca dari hal tersebut, untuk meminimalisir terjadinya banjir dan kekeringan, perlunya kesadaran bersama antar elemen masyarakat untuk bisa memanfaatkan air dengan baik dengan cara membudayakan memanen dan menampung air hujan.

Agus Maryono, Dosen Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM mengatakan, selama ini hujan selalu menjadi kambing hitam terjadinya bencana banjir maupun kekeringan.

DLH Sleman Akan Ajukan Sekolah Air Hujan ke Penghargaan Kalpataru

Padahal sebenarnya ulah manusia sendirilah yang membuat kejadian alam itu menjadi sebuah bencana.

"Selama ini masyarakat banyak yang belum sadar dan mengetahui mengenai pentingnya memanen air hujan," ungkapnya saat jumpa pers di Fortagama UGM pada Kamis (21/11/2019).

Agus menerangkan, air hujan sebenarnya memiliki manfaat yang sangat luar biasa.

Baik dari kandungan maupun kegunaannya.

Bagi manusia sendiri air hujan memiliki besar, dimana air hujan ini baik untuk diminum karena memiliki PH yang jauh lebih tinggi dibandingkan air tanah.

Menurutnya, air hujan ini memiliki kandungan kimia dan fisika yang jauh lebih baik dari standar yang telah ditetapkan oleh Kemenkes.

Selain itu, dari sisi bahaya, air hujan dinilai juga sangat rendah bahkan tidak memiliki senyawa yang membahayakan.

Kongres Memanen Air Hujan, Upaya Selamatkan Air

"Air hujan ini baik, tidak berwarna, kandungan deterjen tidak ada, merkuri tidak ada, bahaya yang lain sangat rendah dan bahkan tidak ada. Sehingga air hujan yang kita uji sangat memenuhi syarat-syarat untuk diminum. Air hujan ini punya molekul yang lebih kecil dari air biasa, oleh karenanya lebih mudah diserap di tubuh. Apalagi air hujan yang di-strum untuk menaikkan PH," terangnya.

Tidak hanya diminum, menurutnya memanen air hujan juga memiliki banyak sekali manfaat, dimana air hujan yang dipanen di satu sisi dapat mengurangi banjir yang ada di hilir, juga mengurangi kekeringan yang ada di hulu.

Selain itu, air hujan juga sangat baik baik perikanan, peternakan dan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved