Kulon Progo
8 Nama Terjaring Ikut Bursa Kursi Wakil Bupati Kulon Progo
Delapan orang terdaftar secara resmi sebagai bakal calon Wakil Bupati Kulon Progo saat penutupan masa penjaringan bakal calon, Minggu (17/11/2019).
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Delapan orang terdaftar secara resmi sebagai bakal calon Wakil Bupati Kulon Progo saat penutupan masa penjaringan bakal calon, Minggu (17/11/2019).
Mereka telah mengembalikan formulir pendaftarannya ke Sekretariat Bersama Penjaringan Calon Wakil Bupati Kulon Progo.
Kedelapan orang itu adalah Yoeke Indra Agung Laksana (mantan Ketua DPRD DIY), Agus Langgeng Basuki (Kepala Bappeda Kulon Progo), Anton Supriyono (Kepala Desa Banjaroya, Kalibawang), Fajar Gegana (Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo), Fidelis Indriarto Diponegoro (pengusaha), Bambang Ratmaka (pengusaha kontraktor), Sumanto (kontraktor), dan Eko Susanto (penggiat seni dan penulis lakon dari Samigaluh).
Adapun dalam buku tamu Sekber, tercatat ada tiga nama selain delapan orang tersebut yang sudah menyatakan minat untuk mendaftar sebagai cawabup.
• DPRD Inginkan Proses Pengisian Kursi Wakil Bupati Kulon Progo Rampung di 25 Desember
Yakni, Direktur PDAM Tirta Binangun Kulon Progo Jumantoro yang tak juga mengembalikan formulir pendaftaran hingga masa penjaringan ditutup.
Juga, anak dari Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Ponimin Budi Hartono yakni Agus Sugiharto dan seorang perempuan dari Gunungkidul yakni Ariesta Pratiwi.
Namun, dua nama terakhir ini batal mengambil formulir pendaftaran.
"Dua orang itu (Agus dan Ariesta) datang ke sini tapi tidak ambil formulir. Ada pula yang tidak mengembalikan formulir (Jumantoro). Kami sudah memberi toleransi waktu dan sampai penjaringan ditutup pukul 16.00 ada delapan orang saja yang mengembalikan formulir,"kata Bendahara Sekber Penjaringan Cawabup, Akhid Nuryati di lokasi Sekber di Panti Marhaen Pengasih.
Akhid mengaku tak mengetahui alasan dari calon pendaftar yang membatalkan pengambilan formulir maupun pengembaliannya kepada Sekber.
Hal itu menjadi keputusan pribadi dan Sekber tak mempermasalahkannya.
• Kursi Wakil Bupati Kulon Progo Diincar Kalangan Pengusaha
Adapun delapan orang pendaftar yang telah menyerahkan berkas persyaratan utama penjaringan tersebut akan segera diproses lebih lanjut.
Minggu malam itu juga, Sekber bersama segenap partai koalisi Pilkada 2017 yang mengusung pasangan Hasto Wardoyo-Sutedjo itu akan segera menggelar pertemuan.
Mereka akan untuk memproses dan membobot tiap-tiap pendaftar dengan mekanisme yang ada di internal Sekber.
Dari situ, delapan pendaftar kursi jabatan Wakil BUpati Kulon Progo akan dikerucutkan menjadi dua nama saja sebagai calon utama yang akan diusulkan ke DPRD melalui Bupati Kulon Progo.
"Target saya, sebelum akhir November atau awal Desember, kita sudah dapat dua nama sehingga dalam sebulan berikutnya kita proses menjadi Wakil Bupati Terpilih,"kata Akhid yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kulon Progo itu.
• Ini Alasan Kepala Bappeda Kulon Progo Ikut Bursa Kursi Wakil Bupati
Pihaknya bersama segenap pimpinan fraksi di DPRD sudah menyiapkan tim pembahas pemiliihan Wakil Bupati.
Tim tersebut berisi perwakilan dari seluruh fraksi, terutama partai pengusung dan akan bekerja secara efektif untuk membahas serta menentukan sosok Wakil Bupati terpilih.
Disinggung terkait siapa sosok kandidat terkuat dari kedelapan orang pendaftar itu, Akhid menjawab secara diplomatis bahwa semuanya punya potensi yang sama kuat.
"Tinggal dilihat dari sisi mana, semuanya punya keahlian di bidang masing-masing. Semua kuat,"kata Akhid.
Wakil II Sekretaris DPC PDIP Kulon Progo, Tjatur Nugroho mengatakan, setelah masa penjaringan calon ditutup, para pendaftar masih diberi kesempatan hingga 19 November 2019 untuk melengkapi berkas-berkas persyaratan.
Terutama, sejumlah persyaratan yang berkaitan dengan pihak ketiga seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) surat dari pengadilan, dan lainnya.
Sedangkan berkas yang wajib dimasukkan saat mengembalikan formulir hanya berupa surat lamaran mencalonkan diri serta data pribadi.
• Pemkab Kulon Progo Bekali Desa dengan Internet 8 Mbps
Nama Baru di Last Minute
Beberapa nama di antara delapan pendaftar dalam bursa kursi jabatan Wakil Bupati Kulon Progo itu datang di saat last minute atau jelang penutupan masa penjaringan calon Wakil Bupati.
Antara lain Yoeke Indra Agung Laksana dan Bambang Ratmaka yang datang mengembalikan formulir pendaftaran di menit-menit terakhir sebelum masa penjaringan ditutup.
Selain itu, ada dua pendaftar yang baru muncul di hari terakhir penjaringan itu.
Yakni, Eko Susanto yang datang di pagi hari dan Anton Supriono yang baru muncul di siang hari sekaligus menyerahkan formulir beserta berkas pendaftaran.
Anton datang ke Sekber didampingi sejumlah rekannya dari Paguyuban Kepala Desa se-Kulon Progo atau Bodronoyo.
Ia mengaku menguatkan niat maju sebagai calon Wakil BUpati karena mendapat dorongan dari rekan-rekannya itu untuk turut memperjuangkan kesejahteraan dan kemajuan desa.
• Kepala Bappeda Kulon Progo Ikut Bursa Calon Wakil Bupati
Apalagi, ada beberapa aspirasi terkait pemerintahan desa dan perangkatnya yang belum terselesaikan hingga kini.
Anton saat ini masih menjabat sebagai Kepala Desa Banjaroya dan akan purna tugas pada Januari 2020 mendatang.
"Saya didorong teman-teman untuk menjadi Kulon Progo 2 (Wakil Bupati) dan akan berjuang untuk itu. Kami mengambil di last minute karena memberi kesempatan kepada lurah dan kades yang lain untuk maju tapi sampai Sabtu malam ternyata belum ada yang maju. Lalu kami bersepakat untuk mendaftarkan saya dalam penjaringan ini," kata Anton.
Semangat berjuang untuk kemajuan desa juga datang dari Eko Susanto.
Lelaki asal Samigaluh ini terbilang tak memiliki latar belakang jabatan maupun politik tertentu karena selama ini banyak berkecimpung dalam dunia seni kepenulisan naskah cerita pertunjukan.
Meski begitu, Eko tak terlalu memikirkan kandidat lain yang boleh jadi lebih kuat secara politik dibanding dirinya.
Ia mengaku tergerak untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Kulon Progo karena merasa perlu memperjuangkan masyarakat desa dengan segala permasalahannya.
• 7 Rekomendasi Minuman Bubble Tea Kekinian di Jogja
Sekaligus, memajukan desa dengan menggali potensi yang ada.
"Saya orang desa, tentu kalau mau membangun Kulon Progo ya dimulai dari desa. Potensinya kan luar biasa, tinggal pemerintah mau memfasilitasi atau tidak. Ada juga permasalahan seperti krisis air yang setiap tahun terjadi hingga warga saling rebut dan masalah itu belum terselesaikan sampai sekarang. Saya ingin menyuarakan itu,"kata Eko.
Sementara itu, Yoeke Indra Agung Laksana menilai cukup banyaknya kandidat calon wakil bupati ini sebagai sebuah implementasi yang sukses atas nilai-nilai demokrasi di Kulon Progo.
Dia pun optimistis untuk terus maju sebagai cawabup hingga prosesnya tuntas.
"Saya optimistis bukan untuk diri pribadi tapi untuk Kulon Progo. Ternyata banyak yang memberikan perhatian kepada Kulon Progo (dengan banyaknya pendaftar). Ini awal yang baik untuk Kulon Progo karena demokrasi berjalan baik dan akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat," kata Yoeke. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/8-nama-terjaring-ikut-bursa-kursi-wakil-bupati-kulon-progo.jpg)