Kulon Progo
Kursi Wakil Bupati Kulon Progo Diincar Kalangan Pengusaha
Bursa kursi Cawabup Kulon Progo itu memang kian ramai jelang berakhirnya masa penjaringan calon pada 17 November 2019 nanti.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Penjaringan calon Wakil Bupati Kulon Progo mengundang minat dari banyak pihak.
Termasuk juga bagi para pihak yang sebelumnya cenderung tak banyak muncul dalam dunia perpolitikan maupun birokrasi di Kulon Progo.
Bursa kursi Cawabup Kulon Progo itu memang kian ramai jelang berakhirnya masa penjaringan calon pada 17 November 2019 nanti.
Semakin banyak nama yang mendaftatkan diri untuk ikut dalam bursa politik tersebut.
• Sekber: Kursi Wabup Kulon Progo Terbuka untuk Semua
Tiga nama baru telah mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat Bersama Penjaringan Calon Wakil Bupati Kulon Progo di Panti Marhaen, Pengasih, Jumat (15/11/2019) siang.
Ketiganya yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo Agus Langgeng Basuki serta dua orang dari kalangan pengusaha yakni Bambang Ratmoko dan Sumanto.
Dua nama terakhir itu selama ini cenderung belum pernah terdengar dalam jagad perpolitikan maupun birokrasi di Kulon Progo.
Bambang menurut informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, diketahui berlatar belakang pengusaha kontraktor asal Pengasih dan merupakan penggagas toko berjeraring Nurul Ummah Mart (NUMART).
Sedangkan Sumanto diketahui sebagai kontraktor asal Nanggulan namun selama ini banyak berkecimpung di luar daerah.
• Ini Alasan Kepala Bappeda Kulon Progo Ikut Bursa Kursi Wakil Bupati
"Tujuan kami datang ke sini (Sekber) untuk bersilaturahmi, mendaftar sebagai kader PDI Perjuangan sekaligus mendaftar sebagai calon Wakil Bupati Kulon Progo. Perkara siapa yang jadi, tidak jadi persoalan,"kata Bambang Ratmoko.
Ia mengungkapkan alasannya maju dalam bursa Cawabup itu untuk mengambil peran aktif dalam sinergi perjuangan membangun Kulon Progo.
Menurutya, untuk bisa menangkap perkembangan daerah ke depan, perlu kekuatan sosial dan politik.
Apalagi, ada ikon-ikon pembangunan tertentu di Kulon Progo, termasuk Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang akan memberikan multiplier effect cukup luas dan hal ini perlu kesiapan.
• Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau
"Karena itu, kami siap bersinergi dengan siapa saja untuk membangun Kulon Progo lebih maju. Itu bagian dari perjuangan sedangkan kursi Wakil Bupati hanyalah instrumen saja di dalamnya," kata Bambang.
Hal tak jauh berbeda disampaikan Sumanto. Motivasinya terjun dalam bursa kursi jabatan Wabup itu adalah ingin berpartisipasi membangun Kulon Progo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kursi-wakil-bupati-kulon-progo-diincar-kalangan-pengusaha.jpg)