Kulon Progo

Legislator Minta Pemerintah Waspadai Potensi Banjir di Kawasan Temon

Hal ini untuk menghindari terjadinya banjir di wilayah tersebut akibat melajunya air tak terbendung dari kawasan perbukitan di utara.

Legislator Minta Pemerintah Waspadai Potensi Banjir di Kawasan Temon
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Legislator meminta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memperhatikan sistem drainase di wilayah Temon.

Hal ini untuk menghindari terjadinya banjir di wilayah tersebut akibat melajunya air tak terbendung dari kawasan perbukitan di utara.

Anggota Komisi IV DPRD Kulon progo, Muhatrom Asrori mengatakan, di Temon kini sudah ada pembangunan Bandara INternasional Yogyakarta (YIA) sehinga penataan sistem drainasenya harus betul-betul direncanakan.

Adapun kawasan perbukitan di utara Temon telah dikeruk untuk diambil tanah uruk bagi pembangunan Bandara YIA.

Banjir Tetap Intai Wilayah Selatan Kulon Progo

Pengerukan itu tentu saja membuat penahan air hujan berkurang dan potensi melimpahnya air yang mengalir ke selatan menjadi lebih besar.

Air hujan lebih mudah mengalir dan berpotensi menggenangi wilayah Temon sehingga perlu diantisipasi secara cermat.

"Penataan drainasenya harus betul-betul terencana, terintegrasi antar desa sehingga tidak jadi masalah saat musim hujan,"kata Muhtarom, Rabu (13/11/2019).

Solusi terbaik menurutnya adalah dengan perbaikan sistem drainase vital di wilayah Temon secara segera.

Selain itu, sungai-sungai yang melintasi wilayah Temon juga perlu dilakukan pembenahan.

Pemerintah dimintanya melakukan normalisasi aliran sungai Serang dan Bogowonto.

Dengan begitu, diharapkan tidak terjadi masalah luapan air dari sungai yang mengarah ke area permukiman atau bahkan ke kawasan bandara.

"Jangan sampai permukiman warga di Temon tergenang air saat hujan,"kata Muhtarom.

Potensi Banjir Lahar Kecil, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Gusdi Hartono menyebut bahwa kedua sungai besar itu berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Pun saat ini masih dilakukan kajian dan perencanaan pencegahan banjir di wilayah selatan, khususnya sekitar kawasan Bandara YIA. Pihaknya masih menunggu pelaksanaannya oleh BBWSSO.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved