Yogyakarta

250 Personil Polisi Bakal Amankan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta

250 Personil Polisi Bakal Amankan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta yang Digelar Minggu 9 November 2019.

Penulis: Andreas Desca | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Andreas Desca
Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 250 personel gabungan akan diterjunkan untuk pengamanan acara Grebeg Maulud yang digelar oleh Kraton Yogyakarta di Alun-alun Utara pada Minggu (10/11/2019) besok.

Grebeg Maulud merupakan puncak perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar oleh Kraton Yogyakarta.

Acara ini selalu dipadati oleh ribuan masyarakat dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti menyampaikan bahwa 250 personil tersebut merupakan pasukan gabungan.

"Jadi untuk pengaman besok, Polsek Kraton akan memaksimalkan kekuatan dengan mengerahkan tiga perempat kekuatan, lalu masih akan dibantu Polsek Gondomanan dan Polresta Yogyakarta," katanya.

Selain itu imbuhnya, TNI juga akan memberikan bantuan dengan menerjunkan personil dari Koramil Kraton dan Koramil Gondomanan.

"Jadi kita sampai saat ini terus melakukan koordinasi terkait pengamanan kegiatan Grebeg Maulud. Jadi ada rapat-rapat koordinasi dan beberapa waktu lalu juga sudah koordinasi dengan Kraton Yogyakarta yang dipimpin oleh KRT Jayaningrat," tuturnya.

Lanjutnya, untuk pengamanan Ngarso Dalam dan keluarga, akan dilaksanakan oleh Brimob yang juga akan menurunkan sejumlah personil untuk melakukan pengamanan. 

PAMERAN SEKATEN 2019. GKR Bendara memberikan penejlasan tentang koleksi milik Keraton Yogyakarta yang dipajalang dalam acara soft opening Pameran Sekaten 2019 di komplek Sitihinggil, keraton Yogyakarta, Jumat (1/11/2019). Pameran yang mengambil tema Sri Sultan Hamengku Buwono I tersebut dikemas secara modern yang menampilkan koleksi-koleksi Keraton Yogyakarta yang jarang diperlihatkan dan akan berlangsung hingga 9 November mendatang.
PAMERAN SEKATEN 2019. GKR Bendara memberikan penejlasan tentang koleksi milik Keraton Yogyakarta yang dipajalang dalam acara soft opening Pameran Sekaten 2019 di komplek Sitihinggil, keraton Yogyakarta, Jumat (1/11/2019). Pameran yang mengambil tema Sri Sultan Hamengku Buwono I tersebut dikemas secara modern yang menampilkan koleksi-koleksi Keraton Yogyakarta yang jarang diperlihatkan dan akan berlangsung hingga 9 November mendatang. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Pameran Sekaten

Tahun ini menjadi tahun yang berbeda dalam penyelenggaraan Pameran Sekaten.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian Hajad Dalem Sekaten 2019 tidak diikuti dengan pasar malam.

Ditiadakannya pasar malam pada tahun ini yakni untuk mengembalikan inti pokok dari Hajad Dalem Sekaten.

"Tahun ini dawuh dari Ngarso Dalem untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat inti dan pokok Sekaten bukan pasar malam, tapi Sekaten itu sendiri," ujar Wakil Ketua Panitia Pameran Sekaten, GKR Bendara pada soft launching Pameran Sekaten, Jumat (1/11/2019).

Pameran Sekaten sebagai Ruang Untuk Mengenal Sri Sultan Hamengku Buwono I

Untuk itu, Keraton Yogyakarta menghadirkan sesuatu yang spesial pada Pameran Sekaten 2019 pada 1-9 November 2019 yang berlokasi di Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil Kraton Yogyakarta.

"Pameran Sekaten selama 30 tahun sebelumnya hanya begitu-begitu saja, walau pengunjung tetap banyak, tapi yang dipamerkan hanya itu-itu saja. Jadi tahun ini kami mendedikasikan Pameran Sekaten untuk memberitakan tentang Sri Sultan Hamengku Buwono I," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved