Yogyakarta

250 Personil Polisi Bakal Amankan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta

250 Personil Polisi Bakal Amankan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta yang Digelar Minggu 9 November 2019.

250 Personil Polisi Bakal Amankan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta
Tribun Jogja/ Andreas Desca
Kapolsek Kraton Kompol Etty Haryanti 

Dua masterpiece peninggalan Sri Sultan HB I tersebut hanya bisa disaksikan pada saat pembukaan Pameran Sekaten saja.

Kanjeng Kyai Tandhu Lawak merupakan tandu tertua di Keraton Yogyakarta.

Di dalam sejarah tutur keraton, tandhu ini digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah tahun 1790. 

Tandhu ini digunakan untuk mengantarkan Sri Sultan Hamengku Buwono I menuju Kagungan Dalem Masjid Gedhe untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat. 

Tandhu Lawak diusung oleh delapan Abdi Dalem, empat Abdi Dalem berada di depan dan empat Abdi Dalem berada di belakang.

Sementara terdapat satu Abdi Dalem sebagai pembawa payung dan satu Abdi Dalem lainnya sebagai pembawa sapu yang digunakan untuk membersihkan palenggahan Sultan.

"Tandhu Lawak ini masterpiece kami dan tidak bisa dilihat setiap hari. Sebelum Pameran Sekaten (Tandhu Lawak) belum pernah di pamerkan," tuturnya.

GBPH Yudhaningrat : Evaluasi Harus Dilakukan pada Gelaran Sekaten

Masterpiece lainnya yang turut dipamerkan yakni Babad Ngayogyakarta yang menceritakan sejarah Yogyakarta, dimulai dari pembagian daerah kekuasaan Surakarta sesuai dengan Perjanjian Giyanti tahun 1755.

Diceritakan pula kilas pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) hingga jatuhnya Keraton Yogyakarta ke tangan Inggris (1812) pada peristiwa Geger Spehi.

Pada kolofon awal babad terdapat informasi penulisan babad pada Jumat Wage, 24 Rabingulakir Be 1744 (12 Maret 1817). 

Halaman
1234
Penulis: Andreas Desca
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved