Breaking News:

Operasi Mantap Brata Progo 2018 Pengamanan Pemilu 2019 Berakhir, Polda DIY Tangani 24 Kasus Pemilu

Operasi Mantap Brata Progo 2018 Pengamanan Pemilu 2019 Berakhir, Polda DIY Tangani 24 Kasus Pemilu

Istimewa
Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto, S.I.K., saat membacakan amanat Kapolda DIY dalam Apel Konsolidasi berakhirnya Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Mantap Brata Progo 2018 di halaman Mapolda DIY, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Berakhirnya tahapan pemilu dan pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, Polri dalam hal ini Polda DIY menggelar Apel Konsolidasi berakhirnya Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Mantap Brata Progo 2018 di halaman Mapolda DIY, Jumat (8/11/2019).

Operasi pengamanan Pemilihan Umum Tahun 2019 secara serentak yang berjalan lebih dari satu tahun sejak 23 Sepetember 2018 hingga 21 Oktober 2019 ini berjalan dengan sukses berkat andil semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

"Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP yang telah menunjukkan kinerjanya dengan sungguh-sungguh dan tidak ketinggalan fungsi dan peran TNI-Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu, telah mampu ikut mengawal dan mengamankan pesta demokrasi yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," tutur Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto, S.I.K., saat membacakan amanat Kapolda DIY.

Polda DIY Sebut Peran Orang Tua Krusial untuk Tekan Klitih

Lanjut Wakapolda membacakan amanat menyampaikan khusus pelaksanaan di wilayah D.I. Yogyakarta walaupun sempat dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) semuanya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Walaupun ada riak-riak kecil, namun berkat kesigapan dan soliditas personel, dapat diatasi dengan lancar dan kondusif," ucapnya.

Dari data yang ada, telah terjadi 24 kasus terkait pemilu, dan semuanya bisa ditangani oleh pihak Kepolisian.

Tiga kasus diproses sebagai tindak pidana, dua di antaranya terjadi di wilayah Sleman dengan menetapkan delapan tersangka, dan satu kasus di wilayah Yogyakarta dan ditetapkan dua tersangka.

"Ketiga kasus tersebut sudah diproses oleh petugas Gakkumdu, sedangkan 21 kasus lainnya dinyatakan tidak cukup bukti," ujarnya. (*)

Editor: Hari Susmayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved