Bantul

Jelang Musim Penghujan, Program Padat Karya Disnakertrans Bantul Dahulukan Pembangunan Talud

Program padat karya yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul kembali bergulir.

Jelang Musim Penghujan, Program Padat Karya Disnakertrans Bantul Dahulukan Pembangunan Talud
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Program padat karya yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul kembali bergulir.

Hingga sejauh ini, proses penyaluran material pada warga masyarakat hampir terselesaikan sepenuhnya.

Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistyanta mengatakan, material tersebut, diprioritaskan untuk pembangunan talut terlebih dahulu.

Bukan tanpa sebab, langkah ini ditempuh sebagai upaya antisipasi melonjaknya volume air jelang musim penghujan.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

"Makanya, material ini sengaja kami prioritaskan pada pembangunan talut lebih dulu, karena sebentar lagi sudah pergantian musim," katanya.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, program padat karya tahun 2019 ini terbagi dalam 193 titik, yang tersebar di 17 kecamatan.

Sedangkan untuk proses pengerjaan, Disnakertrans membaginya menjadi dua paket.

Yakni, masing-masing paket timur dan paket barat. 

Paket timur terdiri dari tujuh kecamatan, yaitu Dlingo, Imogiri, Pleret, Piyungan, Banguntapan, Pundong dan Sewon.

Untuk paket barat, ada sepuluh kecamatan, yakni Sedayu, Pajangan, Pandak, Jetis, Srandakan, Kretek, Sanden, Bambanglipuro, Bantul dan Kasihan.

Ribuan Peserta Ikuti Bantul 10K yang Digelar Bank BPD DIY, Diikuti para Pejabat Pemerintah Kabupaten

"Kemudian, untuk proses penyaluran materialnya itu,  kami mematok target bisa selesai pada pertengahan November atau minggu ke dua," ucapnya.

Sulistyanta pun mengimbau kepada warga pekerja, supaya proses pembangunan segera dimulai, setelah material yang disalurkan secara bertahap itu, sudah diterima.

Dengan begitu, program bisa diselesaikan tepat waktu, atau pada akhir tahun ini.

"Semoga program padat karya tahun ini bisa berjalan maksimal ya, walaupun mungkin ada sedikit kendala dalam hal cuaca," terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, selain menjadi salah satu upaya dalam perbaikan fasilitas, padat karya sekaligus untuk mempekerjakan warga setengah menganggur, atau bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu, dimana setiap titik diisi 26 pekerja. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved