Kota Yogya
Dinkes Kota Yogya Minta Masyarakat Waspadai Leptospirosis di Pancaroba
Dinkes Kota Yogyakarta, meminta masyarakat untuk mewaspadai dan berhati-hati menjaga kesehatan tubuh dalam memasuki musim pancaroba di 2019.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, meminta masyarakat untuk mewaspadai dan berhati-hati menjaga kesehatan tubuh dalam memasuki musim pancaroba di 2019.
Seperti misalnya penyakit leptospirosis yang rentan timbul pada saat musim penghujan.
"Penyakit ini biasa muncul daerah aliran sungai (DAS) itu yang perlu diwaspadai," kata Yudiria Amelia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Jumat (1/11/2019).
Selain itu, penyakit ini juga rentan menimpa warga yang beraktivitas saat kerja bakti.
• Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau
Kerap kali warga yang beraktivitas kerja bakti jarang menggunakan alas kaki agar mudah saat membersihkan.
Maka itu, lewat luka kecil yang ada di kaki, penyakit ini bisa timbul.
"Memang lebih mudah membersihkan kaki kalau tidak pakai alas saat bersihkan selokan, tapi itu sangat rentan terjangkit dengan leptospirosis," jelas dia.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinkes Kota Yogyakarta, tercatat ada peningkatan yang terjangkit penyakit leptospirosis pada tahun ini.
Pada 2018 hanya ada 13 warga yang mengalami leptospirosis, sementara hingga Agustus 2019 sudah ada 21 warga yang mengalami leptospirosis.
Adapun kecamatan yang teratas dalam pengidap penyakit ini ada di Gedongtengen dan Ngampilan dengan masing-masing empat warga, serta Wirobrajan dan Jetis masing-masing tiga orang.
• Selama 2019 Terdapat 26 Kasus Leptospirosis di Sleman
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri menjelaskan, leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospirosis yang terbawa pada hewan seperti tikus.
Tikus biasa akan bersarang pada belakang lemari dan tempat yang cukup gelap.
Kebersihan di tempat itu pun mesti dijaga dengan sering merapikan dan merubah interior pada rumah.
Leptospirosis juga memiliki gejala yang hampir mirip dengan masuk angin.
Itulah yang kadang membuat orang menganggap seperti penyakit biasa.
Penderita akan merasakan demam dan pusing. Endang mengingatkan untuk tidak menyepelekan gejala tersebut.
"Baiknya langsung diperiksa biar tahu dan bisa dilakukan tindakan-tindakan lanjutan," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)