Kota Yogya

Tahun Depan Pemkot Yogya Ubah Penyebutan Nama Kecamatan

Kecamatan di wilayah Kota Yogya nanti akan mendapat sebutan lain menjadi kemantren.

Tahun Depan Pemkot Yogya Ubah Penyebutan Nama Kecamatan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pada 2020 mendatang akan menerapkan aturan baru dalam penyebutan sejumlah lembaga seperti kecamatan serta juga pejabat yang mengampu tugas sebagai pemimpin pada lembaga itu.

Penerapan aturan itu sesuai dengan Peraturan Gubernur 25/2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kalurahan.

"Kecamatan di wilayah Kota Yogya nanti akan mendapat sebutan lain menjadi kemantren. Camat juga nanti akan kita kukuhkan sebagai mantri pamong praja, kemudian sekretaris camat menjadi mantri anom," jelas Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, Kamis (31/10/2019).

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

 

Selain itu mengacu pada PP 17/2018 tentang kecamatan, nantinya juga ada tambahan tugas dan kewenangan yang di dalamnya memuat urusan seputar keistimewaan yakni berupa pertanahan, tata ruang, dan juga kebudayaan.

Namun begitu, menurut Octo sesuai dengan arahan dari Paniradya Keistimewaan DIY kecamatan di wilayah kota Jogja hanya akan berfokus pada aspek kebudayaan saja.

"Karena pertanahan dan tata ruang itu sudah ada Perda detail yang memuat soal itu," imbuhnya.

Ditambahkannya, Paniradya Keistimewaan DIY juga memberikan pengarahan langsung bahwa pengertian kebudayaan yang akan ditugaskan kepada kecamatan tidak hanya yang bersifat pentas kesenian dan wayang, serta seni tradisi lain.

Namun lebih kepada pembangunan sumber daya manusia dan watak yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang bersumber dan dipunyai oleh masyarakat DIY.

Wabup Kulon Progo Sebut Perubahan Nama Kelembagaan Desa dan Kecamatan Jadi Spirit Keistimewaan DIY

"Ini hanya tugas atributif sebagaimana diamanatkan dalam peraturan, hanya tugas tambahan," ujarnya.

Ke depan pihaknya juga akan berkordinasi dengan lembaga lain, karena dengan penerapan aturan ini kecamatan juga akan dialirkan dana keistimewaan tambahan.

Sehingga terdapat anggaran alokasi kepada kecamatan yang diturunkan kembali ke kampung-kampung.

Pun sinkronisasi kelembagaan dan juga amanat dalam Pergub dan Permendagri.

Hal itu dikarenakan selain kecamatan yang akan mendapatkan anggaran lewat Danais, kelurahan juga mendapat jatah lewat Permendagri itu.

"Jadi kota Jogja ini bisa dibilang semakin istimewa karena ada penguatan kecamatan lewat Danais serta penguatan kelurahan lewat dana kelurahan," tukasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved