Kulon Progo

Pembongkaran Tambak Udang Selatan YIA Memanas, Petambak Sempat Blokir Jalan dan Sandera Backhoe

Warga menolak ladang usahanya digusur sebelum ada kepastian upaya relokasi tambak ke wilayah Galur terlaksana.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Suasana pembongkaran tambak udang di selatan Bandara YIA di Temon, Kamis (31/10/2019). Suasana sempat memanas karena warga memblokir jalan dan menyandera backhoe yang akan digunakan dalam pembersihan lahan tersebut. 

Satu unit backhoe serta satu buah mobil pemadam kebakaran sudah disiagakan di lokasi.

Namun begitu, pembongkaran kolam tambak baru dilakukan menjelang pukul 15.00 setelah dua unit nackhoe tambahan didatangkan untuk membantu perataan lahan tersebut.

Ketika pembersihan hendak dimulai, satu unit backhoe yang diparkirkan di pinggir jalan langsung diduduki warga petambak.

Mereka naik ke atas badan backhoe itu dan melarang petugas untuk mengoperasikannya.

Warga tetap beralasan harus ada kepastian relokasi dulu sebelum tambak dibongkar.

Tak hanya menyandera backhoe, warga juga membakar sebuah gubuk di pinggiran kolam tambak yang sudah kosong sehingga suasana semakin memanas.

Puluhan Petak Tambak Udang Segera Diratakan

"Saya bacakan UU no 24 tahun 2007. Mitigasi bencana harus mengedepankan kepentingan rakyat. Di situ ada aturannya, tolong terapkan dulu aturan itu. Kalau sudah ada relokasi, di sana (Banaran) siap, kami juga siap pindah sendiri. Tidak perlu ada penjagaan seperti ini," kata seorang petambak Glagah, Bayu Puspo.

Setelah adu mulut, Pemkab Kulon Progo tetap kukuh atas keputusannya lalu petugas keamanan memaksa turun para warga tersebut.

Di sini terjadi kericuhan di mana terjadi saling aksi dorong meski hanya berlangsung sebentar.

Para petambak didorong menjauh dari backhoe oleh petugas lalu unit alat berat itu dijalankan untuk meratakan lahan.

Tiga unit backhoe dikerahkan serentak dimulai dari sisi barat dan selatan.

Sebanyak 64 Tambak Masih Beroperasi
Fokus Pemkab Kulon Progo pada hari itu adalah meratakan 133 petak kolam tambak yang sudah kosong alias tidak ada benih udang di dalamnya.

Pembongkaran tambak rencananya akan berlangsung hingga Jumat (1/11/2019) ini.

Tersisa sekitar 62 petak tambak yang hingga kini masih beroperasi dan berisi benih udang yang diperkirakan berusia antara 1-3 bulan.

Pada hari itu juga berlangsung pertemuan antara perwakilan petambak dengan Pemkab dan DPRD Kulon Progo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved