Kriminalitas

Update Penganiayaan yang Sebabkan Pelajar Yogya Tewas, Pelaku Divonis 7 Tahun Penjara

Kasus tiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan EG (17) meninggal dunia telah mendapatkan ketetapan hukum.

Update Penganiayaan yang Sebabkan Pelajar Yogya Tewas, Pelaku Divonis 7 Tahun Penjara
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus tiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan EG (17) meninggal dunia telah mendapatkan ketetapan hukum.

Pasalnya Pengadilan Negeri Yogyakarta telah menjatuhkan putusan kepada ketiga terdakwa WDH (16), PSP (17), dan LKK (17).

Persidangan dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Taufik Rahman dan Hakim Anggota, Ida Ratnawati dan Sri Ari Astuti.

Dakwaan pasal kepada tiga terdakwa berupa Pasal 80 ayat (3) junto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Humas Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Sari Sudarmi mengatakan menurut amar putusan perkara nomor 7/Pid.Sus-Anak/2019/PN Yyk, menyatakan ketiganya secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan anak korban mati.

"Sudah diputuskan dalam amar putusan perkara nomor 7/Pid.Sus-Anak/2019/PN Yyk. WDH dijatuhi pidana tujuh tahun, sementara PSP dan LKK dijatuhi pidana empat tahun. Ketiganya dinyatakan bersalah," katanya, Rabu (30/10/2019).

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Siti Hartati.

Sebelumnya, JPU menuntut WDH yang bertindak sebagai eksekutor 7,5 tahun penjara, sementara PSP dan LKK dituntut lebih rendah yaitu 5 tahun.

Setelah tiga pelaku mendapat ketetapan hukum, masih ada beberapa pelaku lain yang harus menjalani sidang.

Update Penganiayaan yang Sebabkan Pelajar Yogya Tewas, Pelaku Dituntut 7,5 dan 5 Tahun Penjara

Hal itu karena penganiayaan EG dilakukan oleh beberapa orang.

"Sudah masuk lagi yang terdakwanya dewasa 1 orang atas nama Muhammad Naufal Dien Asjad (18), tetapi belum ditetapkan majelisnya. Nomor perkaranya 283/Pid.Sus/2019/PN Yogyakarta. Terdakwa ini sudah usia dewasa sehingga proses hukumnya berbeda dengan enam terdakwa lainnya," beber Sari.

Sebelumnya diberitakan EG merupakan pelajar SMK Yogyakarta yang meninggal dunia karena dianiaya di kawasan Jalan Parangtritis oleh pelajar SMK lain usai menonton pertandingan futsal.

EG tidak hanya dianiaya dengan tangan kosong, namun juga dibacok menggunakan celurit.

Diduga EG meninggal dunia karena kehabisan darah. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved