Yogyakarta

BPBD DIY Minta Masyarakat Antisipasi Potensi Bencana Musim Pancaroba

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah melaksanakan apel menghadapi musim hujan.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah melaksanakan apel menghadapi musim hujan.

Masyarakat diminta untuk mengantisipasi musim pancaroba dan musim penghujan dengan meningkatkan kesiapsiagaan terkait sejumlah ancaman bencana.

"Dalam apel saya sampaikan perlunya BPBD dan semua komponen Penanggulangan Bencana untuk mengantisipasi musim pancaroba dan musim hujan dengan meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain menyiapkan peralatan dan logistik yang diperlukan dalam operasi menangani potensi ancaman karena hukan lebat, angin kencang, pohon tumbang, " ujar Kepala BPBD, Biwara Yuswantana kepada Tribun Jogja, Selasa (29/10/2019) sore.

Pemkab Bantul dan BPBD Bantul Gelar Rapat Komprehensif Terkait Antisipasi Bencana Musim Pancaroba

Masyarakat diimbau untuk mengingat kembali dampak dari hujan lebat atau angin kencang yang terjadi pada musim hujan yang lalu di wilayah masing-masing.

Tujuannya agar masyarakat bisa lebih hati-hati dan waspada pada potensi bencana. Diantaranya, pohon tumbang, longsor, genangan air sampai luapan air yang terjadi.

Memanen Hujan

Pihaknya juga menyosialisasikan Ger-TRAP ( Gerakan Tampung-Resapkan-Alirkan-Pelihara) tujuannya untuk memanen air hujan sebagai bentuk investasi agar meningkatlan air tanah, dan mencegah air tidak semua mengalir ke saluran dan sungai.

"Hal ini bisa berakibat banjir di daerah hilir sungai-sungai di DIY sampai kawasan selatan DIY," urainya.

Jelang Musim Hujan, Pemkab Gunungkidul Normalisasi Sungai Besole

Dia juga meminta masyarakat untuk mengecek dam dan bangun sumur-sumur resapan, kolam penampungan air, terutama di kawasan pedesaan di mana lahan pekarangan masih luas sehingga air tidak mengalir deras ke saluran, selokan dan sungai.

"Hal ini karena berpotensi menyebabkan cepatnya sedimentasi sungai-sungai dan bisa mengakibatkan longsor, " urainya.

Biwara menjelaskan, pihaknya juga melakukan cek logistik dan perlengkapan yang diperlukan seperti terpal, bronjong, permakanan, tikar, selimut, family kit, dan lain-lain yang dibutuhkan.

Selain itu, sosialisasi melalui media, forum dan event-event juga dilakukan untuk mengkondisikan masyarakat sehingga bisa antisipatif bila terjadi peristiwa alam saat musim hujan.

Sesuai informasi BPPTKG bahwa kondisi Gunung Merapi masih stabil.

"Dari parameter yang ada potensi aktifitas adalah erupsi seperti beberapa hari yang lalu dan berdampak hujan abu di daerah Magelang. Masker agar disiapkan untuk antisipasi bila terjadi hujan abu," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved