Bantul
Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Bantul Manfaatkan Teknologi Informasi
Bantul mamiliki potensi produk komoditas pertanian subsektor pangan, hingga hortikultura yang cukup beragam.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Guna memperkuat sektor pertanian yang selama ini menjadi unggulan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berupaya maksimalkan pemanfaatan teknologi informasi.
Upaya ini, siyakini sanggup mendongkrak produktifitas.
Terlebih, Bantul belum lama ini tepilih sebagai satu dari beberapa daerah yang memperoleh pendampingan program Gerakan 100 Smart City dari Kementerian Kominfo.
Ya, sektor pertanian pun akan dijamah sebagai langkah mengimplementasikan predikat itu.
• Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau
Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Bantul mamiliki potensi produk komoditas pertanian subsektor pangan, hingga hortikultura yang cukup beragam.
Mulai dari jagung, padi, kedelai, cabe, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, bawang merah, biofarma, serta tanaman hias.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis pun menjelaskan, untuk urusan pertanian, teknologi ini bisa diaplikasikan dalam monitoring infrastruktur, maupun sarana dan prasarana pertanian.
Menurutnya, hal tersebut, wajib mendapat perhatian.
"Jadi, pemerintah bisa memonitor bagaimana kondisi infrastrukturnya, sesuai dengan keadaan riil lapangan," ucapnya di sela agenda 'Optimalisasi Sektor Pertanian untuk Mendukung Implementasi Smart City', di Hotel Grand Daffam, Senin (28/10/2019).
• UMK Bantul Tahun Depan Dipastikan Naik, Bakal Sentuh Rp 1,7 Juta
Helmi mengatakan, dengan adanya pengawasan infrastruktur berbasis teknologi informasi, data yang dimiliki oleh pemerintah bakal semakin valid.
Sehingga, dalam pembentukan program pemerintah kepada sektor pertaninan, bisa lebih tepat sasaran.
"Karena kadang-kadang, hasil survei dari masyarakat itu lebih besar aspek keinginan, dibandingkan dengan kebutuhan. Dengan teknologi ini, data-data objektif pun bisa tersaji ya," imbuhnya.
Lebih lanjut, keberadaan teknologi yang menjanjikan ini diharapkan bisa menarik minat generasi milenial untuk menekuni dunia pertanian.
Ia mengungkapkan, lahan-lahan di Bantul sebenarnya memiliki potensi besar, seandainya digarap dengan serius.
• Kementerian LHK RI dan Gandung Pardiman Serahkan Bantuan 80 Motor Sampah di Imogiri Bantul
"Bukan malah keluar dari Bantul dan jadi tenaga kerja di tempat lain, sekaligus meninggalkan aset yang kalau dikelola, hasilnya lebih menjanjikan. Terutama untuk para alumni fakultas pertanian, atau tekonologi pertanian di Yogyakarta ini," cetusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)