Pembangunan Lapas Perempuan Tahap Pertama Ditargetkan Selesai Desember
Dalam rangka memenuhi program prioritas nasional, pembangunan Lapas Perempuan Kelas IIB di Wonosari, Gunungkidul terus dikebut.
Penulis: Andreas Desca | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka memenuhi program prioritas nasional, pembangunan Lapas Perempuan Kelas IIB di Wonosari, Gunungkidul terus dikebut.
Pembangunan Lapas khusus warga binaan perempuan tersebut ditargetkan selesai pada Desember mendatang.
Menurut keterangan Tim Pembangunan yang juga sebagai Humas Lapas Perempuan Kelas IIB, Jaka Suprastowo yang dihubungi tribunjogja.com, Minggu (27/10/2019) mengatakan pembangunan sudah dimulai sejak Agustus lalu.
"Jadi karena itu, sejak Agustus lalu pembangunan Lapas Perempuan Kelas IIB terus dikebut pembangunannya. Walaupun saat ini baru sebatas pembangunan gedung teknis," ungkapnya.
Hingga saat ini progres pembangunan gedung teknis sudah mencapai 40,93 persen. Namun Jaka menyampaikan bahwa dari pihak kontraktor berujar Minggu depan progres pembangunan bisa mencapai 60 persen.
"Jadi progresnya termasuk cepat, karena dari pihak kontraktor terus menjaga ketersediaan material. Bahkan untuk keramik yang pemasangannya masih cukup lama, sudah didatangkan. Jadi target penyelesaian di bulan Desember nanti pasti bisa dicapai," katanya.
• 3 Remaja Terjebak di Ruko Selama 4 Jam, Petugas Damkar Hanya Butuh Waktu 5 Menit untuk Buka Gembok
Selain itu, PLN Wonosari juga merespon secara positif. Sampai saat ini sudah ada penambahan 2 tiang listrik yang akan digunakan untuk pasokan listrik lapas yang dayanya sebesar 23.000 Watt.
Lanjut Jaka, musim kemarau panjang yang terjadi tidak berdampak untuk pembangunan gedung teknis Lapas Perempuan Kelas IIB.
"Untuk ketersediaan air, saat ini sumur bor sudah selesai dibangun. Dalamnya sekitar 56 meter dan airnya cukup berlimpah," jelasnya.
Jaka juga menuturkan bahwa pembangunan gedung hunian bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB akan dilaksanakan tahun 2020.
"Pengajuan anggaran untuk pembangunan gedung hunian sudah disetujui, jadi nantinya 2020 akan segera kita realisasikan. Harapannya Maret sudah bisa dimulai pembangunannya," tuturnya.
Di sisi lain, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY, Tedja Sukmana yang beberapa waktu lalu meninjau lokasi pembangunan berpesan untuk mempercepat pembangunan.
"Pengerjaan ini harus disiasati, kalau bisa November nanti sudah diselesaikan. Antisipasi musim hujan," tuturnya. (*)