Breaking News:

Yogyakarta

Dalam 4 Hari Operasi Zebra Progo 2019, Polda DIY Keluarkan 2.691 Tilang

Di hari ke empat tahun 2018 lalu petugas mengeluarkan 2.134 surat tilang, sedangkan tahun ini sudah ada 2.691 surat tilang atau naik 557 (26%).

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Operasi Zebra Progo telah dimulai pada 23 Oktober 2019 kemarin, dan hingga hari ke empat atau pada Sabtu (26/10/2019) telah terjadi peningkatan jumlah tilang jika dibandingkan dengan hari ke empat operasi zebra tahun lalu.

Kabid humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, selaku Kasatgas ops bantuan Operasi Zebra Progo 2019 saat dikonfirmasi Minggu (27/10/2019) mengatakan, terjadi peningkatan jumlah pelanggaran jika dibandingkan tahun lalu.

Di hari ke empat tahun 2018 lalu petugas mengeluarkan 2.134 surat tilang, sedangkan tahun ini sudah ada 2.691 surat tilang atau naik 557 (26%).

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Sedangkan untuk teguran, di tahun 2018 terdapat 1.194 kasus dan di hari yang sama dalam tahun ini teguran yang dikeluarkan polisi sebanyak 1.379 atau naik 185 (15%).

"Total jumlah pelanggaran di empat hari jalannya operasi Zebra Progo di tahun lalu mencapai 3.328 sedangkan di tahun ini jumlah pelanggaran sebanyak 4.070 atau naik 742 kasus (22%)," paparnya.

Sementara untuk upaya penegakan hukum oleh jajaran kepolisian di hari Sabtu (26/10/2019) hingga pukul 08.00 pagi Minggu (27/10/2019), polisi telah menerapkan 2.566 e-tilang ke pengendara yang melanggar peraturan berlalulintas.

Pelanggaran paling banyak adalah pengendara di bawah umur sebanyak 614 kasus.

Kasus lainya seperti melawan arus sebanyak 443 kasus, tidak mengenakan helm SNI sebanyak 408 kasus, melanggar rambu 134 kasus dan menggunakan ponsel saat berkendara sebanyak 111 kasus.

Polresta Yogyakarta Temukan 268 Pelanggaran Lalu Lintas pada Hari Pertama Operasi Zebra Progo 2019

Sebelumnya, Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan dalam operasi ini pihaknya menekankan ke tindakan penegakan hukum, terutama pelanggaran yang kasat mata.

Ada delapan sasaran prioritas yang jadi fokus dalam penindakan nanti.

Yakni pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar, pengendara mobil tidak menggunakan safety belt, pengemudi melebihi batas kecepatan, melawan arus, mengemudi dalam pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur, menggunakan HP saat mengemudikan kendaraan dan terakhir adalah kendaraan yang menggunakan lampu rotator atau strobo.

"Yang kasat mata, yang nampak sekali terlihat, ini yang akan jadi prioritas untuk dilakukan penindakan," jelasnya.

Kapolda mengatakan, operasi ini bertujuan untuk mewujudkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalulintas, mengurangi korban fatalitas dalam kecelakaan dan berkurangnnya titik kamacetan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved