Info Gunung Merapi

Letusan Merapi Senin Mirip Erupsi 22 September, Tapi Kolom Asapnya Tiga Kali Lipat Lebih Tinggi

Gunung Merapi mengalami erupsi dengan memuntahkan awan panas setinggi 3000 meter selama 270 detik, pada pukul 16.31 WIB, Senin (14/10/2019)

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Twitter BPPTK
Merapi semburkan abu vulkanik, Senin (14/10/2019) 

Letusan Merapi Senin Mirip Erupsi 22 September, Tapi Kolom Asapnya Tiga Kali Lipat Lebih Tinggi

Gunung Merapi mengalami erupsi dengan memuntahkan awan panas pada pukul 16.31 WIB, Senin (14/10/2019). Letusan terjadi selama 270 detik dengan ketinggian kolom asap hingga 3000 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan karakter letusan kali ini sama dengan letusan yang terjadi 22 September lalu.

Wilayah Terdampak Hujan Abu Merapi di Magelang Mencapai Enam Kecamatan

Namun letusan pada Senin kemarin ketinggian kolom asapnya jauh lebih tinggi atau sekitar 3 kali lipat.

"Karakter letusan masih sama, karena ada akumulasi gas. Artinya Gunung Merapi masih hidup. Yang membedakan dengan letusan kemarin hanya tinggi kolomnya saja. Kalau kemarin 800 meter, yang sekarang 3 kilometer atau 3000 meter,"katanya, Senin (14/10/2019) malam.

Akibat erupsi Merapi, beberapa daerah mengalami hujan abu, khususnya daerah yang berada di sisi barat.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Status Gunung Merapi masih Waspada atau level II.

Merapi Keluarkan Awan Panas Letusan Setinggi 3 Kilometer, BPPTKG Keluarkan VONA ke Level Oranye

"Arah lontaran ke segala arah,tetapi abu teridentifikasi jarak maksimal 20 km dengan intensitas tipis. Menurut informasi hujan abu terjadi Muntilan, Magelang. Kalau DIY, Kaliurang,"lanjutnya.

"Rekomendasi masyarakat tidak perlu panik, tidak mengikuti kurang tepat, ikuti berita kami. Kami akan berikan informasi kepada masyarakat. Jarak aman masih sama 3km dari puncak,"sambungnya.

Ini Penyebab Letusan Gunung Merapi yang Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis di Boyolali

Ia memperkirakan letusan serupa masih akan terjadi. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir.

Penyebab letusan merapi

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menjelaskan letusan tersebut terjadi akibat adanya kumpulan gas yang keluar secara tiba-tiba.

"Kejadian ini disebabkan akumulasi gas vulkanik yang terlepas secara tiba-tiba," kata Hanik dalam siaran resminya, Senin (14/10/2019) malam.

Bahkan dari laporan pengamatan yang dilakukan, lanjut Hanik, letusan tersebut terjadi tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved