BPPTKG: Merapi Tak Berpotensi Alami Erupsi Besar

Gunung Merapi masih menyimpan potensi erupsi susulan. Tapi dipastikan tidak akan sebesar erupsi yang terjadi pada tahun 2006 dan 2010.

BPPTKG: Merapi Tak Berpotensi Alami Erupsi Besar
Twitter BPPTK
Merapi semburkan abu vulkanik, Senin (14/10/2019) 

Seperti diberitakan sebelumnya, erupsi Gunung Merapi terjadi pada Senin (14/10) pukul 16.31 WIB. Erupsi tersebut berdurasi 270 detik dan amplitudo sejauh 75 milimeter.

Erupsi melepaskan awan panas dengan kolom letusan setinggi 3.000 meter dari atas puncak. Setelah erupsi, terjadi hujan abu tipis hingga radius 25 kilometer dari puncak Merapi.

Setelah erupsi pada Senin sore tersebut, Merapi terpantau telah dua kali mengeluarkan awan panas, yakni pada pukul 20.18 dan pukul 00.00. Namun, pada Selasa (15/10), kondisi gunung itu terpantau sudah kembali tenang.

Erupsi pada Senin sore tersebut, menurut Hanik, tidak terdeteksi sebelumnya. Selama tiga minggu sebelum kejadian, aktivitas vulkanik Merapi terpantau sangat tenang. “Karena saking tenangnya, kami bahkan sempat berpikir untuk menurunkan status,” ujarnya.

Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan karena Merapi masih memperlihatkan aktivitas gempa vulkanik. Gunung Merapi sudah berstatus Waspada (level II dari empat level) sejak 21 Mei 2018.

visual Gunung Merapi via PGM Selo.
visual Gunung Merapi via PGM Selo. (twitter BPPTKG)

Hanik mengatakan, semua pihak diminta memahami kondisi Merapi yang tidak menentu semacam ini. Karena itu, sekalipun saat ini kondisi sudah tenang, masyarakat diminta untuk tetap siaga.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Didik Wahyu Nugroho, mengatakan, sesuai instruksi dari BPPTKG, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada. Warga juga diminta mematuhi jarak aman dengan tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

Sureni Risyanta, Kepala Desa Sengi, Kecamatan Dukun, mengatakan, sejak Merapi berstatus Waspada pada Mei tahun lalu, pihaknya langsung memperbanyak jumlah tim siaga bencana di desa. Jika sebelumnya hanya ada tim siaga bencana Desa Sengi, maka kini telah dibentuk tim siaga di enam dusun dan 36 rukun tetangga (RT).

“Dengan pembentukan tim siaga ini, kami berharap kesiagaan bisa muncul hingga di lingkup terkecil di tingkat RT,” ujarnya. Desa Sengi berjarak sekitar delapan kilometer dari puncak Merapi. (Kompas.ID/Regina Rukmorini)

.

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved