Bantul

Pemkab Bantul Maksimalkan OPD untuk Sosilaisasi Pilkada 2020

Dengan melibatkan OPD di lingkungan Pemkab Bantul, beban anggaran dalam proses sosialisasi diperkirakan bisa ditekan.

Pemkab Bantul Maksimalkan OPD untuk Sosilaisasi Pilkada 2020
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul siap maksimalkan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan setempat, untuk terlibat dalam rangkaian sosialisasi, jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis pun menandaskan komitmennya, untuk mendukung setiap tahapan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati ini.

Sebagai langkah konkrit, pihaknya meminta seluruh OPD, agar bersinergi dengan KPU Bantul.

"Kamis (10/10/2019) kemarin kami sudah undang 17 OPD, bersama dengan KPU, untuk saling koordinasi, karena mereka bisa support sosialisasi melalui kegiatan di OPD masing-masing," terangnya.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Menurutnya, hal tersebut bisa terealisasi, seandainya OPD bisa lebih jeli melihat celah dan peluang di setiap program yang sudah disusun, untuk mensosialisasikan Pilkada 2020.

Dengan begitu, gaung pesta demokrasi di tingkat kabupaten ini, semakin tedengar.

"Misalnya, Diskominfo bisa memanfaatkan medsos untuk sosialisasi, kemudian Disdikpora lewat OSIS. Ya, Pemilos itu juga bagian dari proses sosialisasi kepada para pemilih pemula. Lalu, Dinas Kebudayaan bisa dinunuti lewat agenda kesenian," cetusnya.

Di samping itu, Helmi mengatakan, forum koordinasi pimpinan kecamatan, mulai dari Camat, Polsek, atau Koramil, bakal dimaksimalkan fungsinya, untuk terjun langsung mensosilaisasikan Pilkada di tengah warga, lewat kepanjangan tangannya masing-masing.

"Polsek ada Bhabinkamtibmas, terus Koramil punya Babinsa, kemudian Pak Lurah dengan di bawahnya bisa koordinasi dengan dukuh-dukuh, lalu Ormas dimaksimalkan juga tentu," katanya.

Maju Pilkada Bantul, Dewata Putra Optimis Bisa Dapat Rekomendasi Gerindra

Sekda pun mengungkapkan, dengan melibatkan OPD di lingkungan Pemkab Bantul, beban anggaran dalam proses sosialisasi diperkirakan bisa ditekan.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, lebih kurang Rp 21 miliar digelontorkan pihaknya untuk mensuksekan Pilkada 2020.

"Sudah penandatanganan ya, itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi ini, sampai dengan berakhir rangkaian pemilihan," terangnya.

Dengan segala upaya yang telah ditempuh ini, Helmi berharap agar pemilihan orang nomor satu dan dua di Bumi Projo Tamansari yang sedianya akan bergulir pada September 2020 mendatang tersebut, bisa berjalan lancar, tanpa hambatan apapun.

"Penyelenggaraan Pilkada harus tertib, aman, lancar dan sukses, dalam arti kualitatif, atau kuantitaif. Jadi, masyarakat yang punya hak pilih bisa menyalurkan aspirasi, memilih nahkoda Kabupaten Bantul lima tahun yang akan datang," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved