Permukaan Air Tanah Terus Alami Penurunan, Pemkot Yogya Ajak Warga Hemat Air
Permukaan Air Tanah Terus Alami Penurunan, Pemkot Yogya Ajak Warga Hemat Air
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mensosialisasikan budaya menghemat air.
Sosialisasi ini digelar karena saat ini permukaan air tanah yang ada di Kota Yogyakarta sudah mulai mengalami penurunan.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi mengatakan budaya menghemat air perlu diterapkan di Kota Yogyakarta, meski tidak terdampak kekeringan.
Budaya menghemat air merupakan langkah untuk menghemat air tanah yang mulai mengalami penurunan.
"Di DIY yang tidak terkena bencana kekeringan adalah Kota Yogyakarta. Menghemat air bukan saja terkait dengan kekeringan. Kalau dikatakan kekeringan tentu tidak, tetapi kalau disebut penurunan permukaan air tanah, iya,"katanya, Sabtu (12/10/2019).
• Tiga Remaja Diamankan Polisi Karena Mabuk, Dua Jalani Sidang Tipiring dan Satu Dibebaskan
• Warga Hindu di Pura Jagatnatha Banguntopo Gelar Upacara Ngenteg Linggih
• Dicopot Sebagai Dandim Kendari Karena Unggahan Istri di Medsos, Kolonel Hendi Siap Jalani Hukuman
Menghemat air, menjadi salah satu langkah untuk mengatasi sumber daya air yang semakin menipis. Maka diperlukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan air dengan bijaksana.
"Warga Kota Yogyakarta umumnya menggunakan PDAM, sehingga tidak merasakan kekeringan. Tetapi ini yang harus kita sounding kan, bahwa kita juga perlu untuk menghemat air. Caranya adalah menggunakan air secara bijaksana,"ujarnya.
"Air ya digunakan untuk keperluan sehari hari, seperti masak, minum,mencuci. Tetapi jangan kemudian menyalakan air terus-menerus, dan kemudian tidak terpakai. Meskipun air tidak terpakai, tetapi itu sudah jadi limbah. Nah itu yang perlu diperhatikan,"sambungnya. (Tribunjogja I Christi Mahatma Wardhani)