Agenda Jogja Hari Ini

RSUP Dr Sardjito Peringati Hari Pengelihatan Sedunia

Advokasi kepada masyarakat mengenai donor mata perlu digalakkan, pasalnya sampai dengan saat ini donor mata kebanyakan masih berasal dari luar negeri.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Jumpa pers mengenai Peringatan Hari Pengelihatan Sedunia yang diadakan oleh RSUP Dr Sardjito, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Indonesia dan Malaysia menjadi negara yang memiliki pendonor mata paling rendah di Asia Tenggara.

Suhardjo selaku Ketua Bank Mata Jogja menerangkan jika donor mata di Indonesia maupun Malaysia masih dianggap tabu.

Menurutnya advokasi kepada masyarakat mengenai donor mata ini perlu digalakkan, pasalnya sampai dengan saat ini donor mata kebanyakan masih berasal dari luar negeri.

"Di Indonesia masih perlu advokasi, masih belum ada perubahan kebijakan. Selama ini kita dikirimi dari Amerika. Untuk cost service sekitar Rp 30 juta, tidak dibiayai oleh BPJS, belum ditambah dengan operasinya. Namun kita juga sudah punya donor mata lokal, dari Sleman dan Semarang dengan biaya cost service sekitar Rp 4 juta. Kalau dari Jakarta sekitar Rp 6 juta," terangnya saat Jumpa Pers Peringatan Hari Pengelihatan Sedunia yang diadakan di Sardjito, Rabu (9/10/2019).

Menengok dari negara Filipina, ketika orang sudah meninggal, jenazah merupakan milik Pemerintah, dimana Pemerintah berhak untuk mendonorkan organ dari orang yang telah meninggal tersebut.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Hal tersebut sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia, dimana ketika ingin mendapatkan pendonor dari orang yang telah meninggal, harus dengan ijin keluarga terlebih dahulu.

"Upaya kita agar bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mendonorkan matanya salah satunya dengan advokasi. Saya pernah mengusulkan jenazah milik Pemerintah seperti di negara Filipina," ungkapnya.

Selain berkaca dari Filipina, Indonesia juga bisa menggunakan langkah yang sudah diterapkan di India, yakni menggunakan konselor yang memberikan edukasi dan motivasi kepada pihak keluarga, agar ketika ada anggota keluarganya yang kecelakaan dan meninggal, bisa langsung didonorkan matanya.

Menurutnya, hingga saat ini di DIY sudah ada 2.000 calon pendonor mata.

Pihaknya juga terus mengedukasi dan memberikan kesadaran ke masyarakat untuk bisa mendonorkan matanya.

3 Cara Mudah Membuat Mata Bersinar

"Kami harap pemerintah mempunyai regulasi yang jelas terkait donor bola mata. Sampai saat ini belum ada kebijakan-kebijakan yang mengatur hal itu. 

Firman Setya Wardhana, Dokter Spesialis Mata RSUP Sardjito menjelaskan, di Indonesia untuk melakukan tindakan donor mata sepenuhnya atas persetujuan pihak keluarga.

Menurutnya, sangat perlu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mau mendonorkan matanya.

"Donor mata merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Di Indonesia, masih banyak pasien yang memerlukan donor mata ataupun retina," katanya.

Perlu diketahui, untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mata sekaligus memperingati Hari Pengelihatan Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober, RSUP Dr Sardjito akan melakukan kegiatan peringatan yang akan dilaksanakan pada Minggu (13/10/2019).

Dalam peringatan tersebut nantinya akan dilakukan beragam kegiatan, mulai dari Fun Walk, Talkshow mengenai Kesehatan Mata, Pemeriksaan Mata terhadap anak SD maupun penderita Glukoma. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved