Yogyakarta
APBD dan APBN DIY Sudah Tersalurkan, Dropping Air Andalkan Bantuan CSR
Pemda DIY menyebut penyaluran dropping air untuk wilayah yang mengalami kekeringan saat ini mengandalkan bantuan dari CSR dan masyarakat yang peduli.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyebut penyaluran dropping air untuk wilayah yang mengalami kekeringan saat ini mengandalkan bantuan dari CSR dan masyarakat yang peduli.
Hal ini lantaran penyaluran melalui APBD dan APBN sudah semua dilaksanakan.
“Untuk dropping air melalui APBD dan APBN relatif sudah semua tersalurkan. Kami saat ini mengkonsolidasikan untuk bantuan dari CSR dan masyarakat yang peduli,” ujar Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi, kemarin.
Meski mengandalkan bantuan dari CSR, namun Untung mengatakan jika dalam kondisi kekeringan seperti apapun, kebutuhan air bersih tetap akan terpenuhi di DIY.
• Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen
Dia mengatakan, elemen masyarakat, dan juga komunitas sosial di Yogyakarta termasuk kompak untuk membantu menyalurkan air bersih.
“Kami juga punya forum CSR Kemensos, komunitas banyak dan sangat peduli. Semuanya bisa tercover dan peran masing-masing pihak ini sangat optimal,” ulasnya.
Disinggung terkait Kabupaten Kulonprogo yang menetapkan status tanggap darurat kekeringan, pihak Pemda DIY berperan untuk melakukan supporting.
Selain itu, pihaknya juga mengkoordinasikan dengan daerah lain.
• Kekeringan, Embung Nglanggeran Kering
“Kami optimalkan CSR. Kalau terpaksa ya nanti minta bantuan pusat, tetapi alokasi pusat khan juga buat yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY meminta warga masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup dan juga mengurangi dehidrasi selama musim kemarau ini.
Hal ini karena penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan diare banyak menyerang selama musim ini.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaning Astutie penyediaan air bersih ini memang menjadi perhatian yang utama.
Hal ini lantaran air bersih sangat berpengaruh untuk kesehatan. Konsumsi air bersih pun wajib diperhatikan.
• Terdampak Kekeringan, Warga Gunungkidul Manfaatkan Air dari Bocoran Pipa PDAM
"Jangan gunakan sembarang air. Air yang dikonsumsi juga harus dimasak Jadi jangan ambil air yang tidak punya standar baku mutu," kata Pembajun.
Hal ini agar jangan sampai masyarakat justru mengonsumsi air yang sembarangan diperoleh karena kurangnya air bersih.
Pihaknya mengingatkan agar air bersih yang dikonsumsi tetap memperhatikan kesehatan, yakni tidak berwarna dan berbau.
Dia juga menghimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan konsumsi air bersih pada musim kemarau yang panjang ini.
Ispa dan diare berpotensi muncul karena musim dan kurangnya air bersih. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)