Gunungkidul

Kekeringan, Embung Nglanggeran Kering

Sejak beberapa bulan terakhir, airnya mengering karena air dimanfaatkan untuk irigasi kebun buah yang tak jauh dari Embung Nglanggeran.

Kekeringan, Embung Nglanggeran Kering
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Musim kemarau embung ngelanggeran kering, Selasa (9/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kekeringan pada tahun ini berdampak hingga sektor pariwisata, yakni Embung Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

Sejak beberapa bulan terakhir, airnya mengering karena air dimanfaatkan untuk irigasi kebun buah yang tak jauh dari Embung Nglanggeran.

Seorang pengelola wisata Embung Nglanggeran, Aris Triyono mengatakan untuk mengisi air tergantung dari musim penghujan.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

"Air mulai berkurang sejak bulan April, kondisi embung kering sejak dua bulan terakhir," ucapnya, (9/10/2019).

Ia mengatakan, dalam rentan waktu enam tahun musim kemarau, dua tahun terakhir adalah musim kemarau yang terparah sehingga mengakibatkan air embung kering.

Lanjutnya, biasanya dalam satu tahun saat musim kemarau air embung menyisakan 1-2 meter.

"Dua tahun terakhir musim kemarau lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ditambah lagi di sekitar embung tidak ada sumber air," katanya.

Air embung habis karena digunakan untuk menyiram tanaman buah di sekitarnya.

Sulit Akses BBM, Nelayan Mengadu ke DPRD Gunungkidul

Setiap harinya, warga sekitar mengambil air.

Karena sejak dibangun, Embung Nglanggeran difungsikan untuk irigasi kebun buah milik warga.

"Kalau jenis tanaman memang terbanyak durian dan kelengkeng," imbuhnya.

Seorang wisatawan, Yuwono mengatakan, awalnya ia tidak mengetahui kalau air di Embung Nglanggeran telah habis hingga kering kerontang.

"Tidak masalah kalau airnya habis, karena masih bisa foto-foto di spot-spot lainnya karena embung ini pemandangannya bagus, bisa melihat pemandangan dari ketinggian," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
 

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved