Siaran Pers

PLN Bersinergi Terangi Negeri dengan Stakeholder, Dukung Pembangunan Ekonomi di Kulon Progo

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta menyelenggarakan Multi Stakeholder Gathering pada Senin (7/10).

PLN Bersinergi Terangi Negeri dengan Stakeholder, Dukung Pembangunan Ekonomi di Kulon Progo
IST
Multi Stakeholder Forum PLN di Kabupaten Kulon Progo 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam rangka mensinergikan informasi pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan yang berintegritas, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta menyelenggarakan Multi Stakeholder Gathering pada Senin (7/10).

Bertempat di Gedung Kaca Pemda Kulon Progo, acara ini dihadiri oleh perwakilan seluruh lapisan stakeholder PLN Kabupaten Kulon Progo, mulai dari Forkopimda, instansi terkait, mitra kerja, pelanggan hingga media. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum untuk saling bertukar informasi, pengetahuan serta inisiatif dari berbagai pihak terkait ketenagalistrikan dan komponen pendukungnya di Kabupaten Kulon Progo.

Multi Stakeholder Forum PLN di Kabupaten Kulon Progo
Multi Stakeholder Forum PLN di Kabupaten Kulon Progo (IST)

"PLN dapat menjalankan tugas berkat mendapat dukungan dari stakeholder Kabupaten Kulon Progo", ucap Manager UP3 Yogyakarta Eric Rossi Priyo Nugroho di sela-sela sambutan.

Ia juga mengatakan bahwa kondisi kelistrikan di Kabupaten Kulon Progo sampai dengan saat ini normal, baik kecukupan daya, kemudahan untuk menyambung, penanggulangan apabila terjadi gangguan, penyaluran sampai ke pelosok dan pemukiman untuk sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.

Disampaikan pula bahwa Gardu Induk (GI) Wates kondisi saat ini memiliki kecukupan daya sebesar 90 MW. Masih ada 50 - 60 MW yg bisa digunakan, setara dengan pembanguan 6 Bandara NYIA.

Multi Stakeholder Forum PLN di Kabupaten Kulon Progo
Multi Stakeholder Forum PLN di Kabupaten Kulon Progo (IST)

Sekarang ini sedang dilaksanakan pembangunan GI Sentolo, dimana ke depan digunakan untuk menyiapkan Kawasan Industri yang saat ini masuk 2 MW.

UP3 Yogyakarta setiap bulan memberikan kontribusi PAD kepada Pemda Kulon Progo, Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp 1 M , dengan surplus 600 juta bisa ditambahkan lagi untuk kegiatan kelistrikan yang lain.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum untuk saling bertukar informasi, pengetahuan serta inisiatif dari berbagai pihak terkait ketenagalistrikan dan komponen pendukungnya di Kabupaten Bantul.

“Kami harap masing-masing pihak dapat memberikan kontribusi positifnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu sinergi antar stakeholder guna mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di Kabupaten Kulon Progo.” tambahnya.

Sementara itu Asisten Sekda II Kabupaten Kulon Progo Ir Bambang Tri Budi Harsono, MM menyampaikan apresiasi kepada PLN.

“Terima kasih atas kerjasamanya yang telah menyelenggarakan MSF pertama kali di Kabupaten Kulon Progo , sehingga menjadi “Entry Point” PLN utk membangun komunikasi serta koordinasi dengan stakeholder di Kulon Progo, dapat menampung saran, kritik dan umpan balik dari stake holder untuk perbaikan layanan kebutuhan” ungkapnya.

Forum ini juga diharapkan dapat menjadi alternative pemecahan terhadap issue strategis , seperti Bandara New Internasional Yogyakarta Airport, Kawasan Industri Sentolo, Bedah Menoreh, Kawasan Wates Baru, JMI, Rumah Sakit Berstandart Internasional dan Jogja Agro Technopark

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik oleh RSUD Wates .

PLN selalu berusaha memberikan informasi dan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan dan masyarakat. Oleh karena itu pada kesempatan ini para peserta forum dapat menyampaikan umpan balik terhadap pelayanan PLN sehingga PLN dapat memberikan yang terbaik kepada pelanggan dengan menjaga kualitas layanan dan keandalan.

Saat ini pertumbuhan industri sedang berkembang di DIY khususnya Kabupaten Kulon Progo dan sekitarnya. Sinergi antara PLN, pemerintah sebagai regulator dan para investor/pengusaha dalam menggerakkan roda perekonomian diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik bagi pertumbuhan ekonomi. (*)

Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved