Bantul

Pengrajin Batik Tulis di Bantul Kembangkan Batik Motif Papua

Kampung Batik Giriloyo di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul sudah lama dikenal sebagai sentra batik tulis di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ahyar Muzakki, perajin batik tulis Sidomukti di Giriloyo menunjukkan batik tulis motif Papua. 

Batik Papua dengan batik Yogyakarta, menurut Ahyar, memiliki sejumlah perbedaan.

Paling jelas terlihat ada dikontruksi warna.

Batik Papua memiliki dominasi warna cerah mencolok. Sedangkan Yogyakarta identik dengan warna kalem.

"Batik Papua memiliki warna tajam tetapi isian motifnya simpel. Sementara Yogyakarta lebih endemik namun isian rumit," terang dia.

3 Musisi Dunia Akan Semarakkan Batik Music Festival 2019 pada 5 Oktober 2019

Awal mula coba membuat batik Papua, Ahyar mengaku sempat mengalami kesulitan.

Karena kontruksi warna yang sangat tajam.

Namun, setelah sempat mengalami sejumlah perbaikan akhirnya kini sudah mulai terbiasa.

Dalam satu bulan, Ahyar mengaku mampu memproduksi pesanan batik tulis bermofif Papua sedikitnya 140 lembar.

Pesanan itu dikirim secara bertahap setiap lima belas hari sekali.

"Sekali kirim dalam setengah bulan itu 70 lembar. Satu bulan sekitar 140 lembar," urai dia.

Adapun harga untuk batik tulis Papua, dijual dengan harga variatif.

Kisaran angka Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1,2 juta rupiah.

Tergantung pilihan jenis kain, kontruksi pewarnaan dan desain motif yang dilukiskan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved