Breaking News:

Satpol PP Kabupaten Bantul Akan Bentuk Kader Sapta Tertib di Tingkat Desa dan Sekolah

Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penegakan peraturan daerah (perda).

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kasatpol PP Bantul, Yulius Suharta 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul berencana membentuk kader Sapta Tertib di tingkat desa dan sekolah.

Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penegakan peraturan daerah (perda).

Utamanya, berkaitan dengan gangguan ketentraman dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

"Kita mencoba mencari bentuk terobosan program yang sekiranya nanti bisa membantu bersama-sama Satpol-PP dalam menegakkan Perda. Salah satu bentuk terobosan itu dengan membentuk kader Sapta Tertib," kata Kepala Satpol-PP Bantul, Yulius Suharta, Rabu (02/10/2019).

Menurut dia, alasan utama dibentuknya kader Sapta Tertib karena terjadi peningkatan laporan di masyarakat mengenai gangguan ketentraman dan ketertiban.

Sementara jumlah personel Satpol-PP tak sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Bantul yang terdiri dari 17 kecamatan dan 75 Desa.

Sehingga, dibutuhkan peran serta masyarakat dalam upaya menjaga ketentraman dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Sebagai pilot project, kata Yulius, ada tiga desa dan tiga sekolah setingkat menengah atas SMA/SMK yang akan dibentuk pertama.

Yakni Desa Mulyodadi- Bambanglipuro, Baturetno - Banguntapan dan Desa Argorejo-Sedayu.

"Untuk sekolah ada SMA 1 pajangan, SMA 1 Banguntapan dan SMA 3 Bantul," terang dia.

Sekolah dilibatkan dalam program Sapta Tertib, menurut Yulius karena belakangan ini sering terjadi kenakalan remaja dalam bentuk gangguan keamanan dan ketertiban.

Ia berharap dengan dibentuk Sapta Tertib, di sekolah nanti terdapat kader yang bisa menginisiasi di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Adapun untuk kader di tingkat desa nantinya menurut dia diharapkan bisa membantu ketertiban di lingkungan.

"Seperti misalnya ada orang pemasangan reklame. Ditanyakan, sudah ada izinnya belum. Pemasangan di pohon dilarang loh. Harapan kami itu," terang dia.

Sapta Tertib sendiri adalah Tertib Daerah Jalan, Tertib Lingkungan, Tertib Sosial, Tertib Usaha, Tertib IMB, Tertib Administrasi Kependudukan dan Tertib Ibadah. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved