Yogyakarta

BBPOM Yogyakarta Dampingi UMKM dalam Aspek Kesehatan Pangan

BBPOM Yogyakarta melakukan pendampingan pada UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner.

BBPOM Yogyakarta Dampingi UMKM dalam Aspek Kesehatan Pangan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta melakukan pendampingan pada UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner.

Kepala BBPOM Yogyakarta, Rustyawati mengatakan pendampingan tersebut dilakukan karena DIY merupakan kota wisata.

Sebagai kota pariwisata, tentu banyak aspek yang perlu diperhatikan, salah satunya dalam bidang kuliner.

Apalagi kuliner juga menjadi salah satu oleh-oleh andalan bagi para wisatawan.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Melalui pendampingan tersebut, secara tidak langsung BBPOM Yogyakarta ingin menjamin kualitas dan keamanan kuliner di Yogyakarta.

"Untuk saat ini kita fokuskan pada gudeg dulu,sebagai oleh-oleh dan khasnya Yogyakarta. Ada sekitar 70 sampai 80 UMKM yang kami dampingi melalui Kulinerku Oke," katanya, Rabu (2/10/2019).

Ia menjelaskan, program pendampingan yang dilakukan meliputi beberapa aspek keamanan pangan, mulai dari cara produksi hingga pemilihan barang baku.

Menurut dia, untuk melakukan pendampingan tidak mudah, sebab ada beberapa pola pikir dari pelaku UMKM yang perlu diubah.

"Aspek keamanan pangan yang pertama jadi perhatian, bagaimana cara memproduksi dengan higienis, bahan bakunya seperi apa. Selama ini kan untuk pengolahan gudeg kan masih menggunakan kayu, katanya lebih enak," jelasnya.

Miliki 13 Inovasi, Komitmen BBPOM Yogya Tingkatkan Pelayanan

"Padahal dengan kompor juga sama saja, asal suhunya sama. Kalau dengan kompor kan lebih higienis, sementara dengan kayu kan ada debunya. Pemikiran seperti ini yang harus diubah,"sambungnya.

Kedepan, tidak hanya aspek keamanan pangan saja yang diperhatikan, namun juga meliputu marketing hingga desain kemasan.

Untuk mencapai kesana, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Nantinya, tidak hanya gudeg saja yang akan mendapat pendampingan dari BBPOM, namun juga semua kuliner yang ada di Yogyakarta.

"Untuk saat ini kami fokus pada makanan khas dulu.Pertama gudeg, nanti akan menyusul bakpia, dan harapannya seluruh kuliner bisa mendapat pendampingan. Inikan untuk menjamin keamanan pangan," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved