Kota Yogya

Warga Umbulharjo Ubah Proyek Mangkrak Jadi Ladang Jagung

Menanam jagung bukan merupakan upaya untuk protes. Hanya ketidaksengajaan saja, daripada menyiram tanah rusak, lebih baik ditanami jagung.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Warga Jalan Babaran yang terdampak proyek SAH memanfaatkan galian untuk menanam jagung, Kamis (26/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Warga terdampak proyek Saluran Air Hujan di Jalan Babaran nomor 21, RT 37 RW 12, Kelurahan Tahunan, Umbulharjo memanfaatkan proyek mangkrak untuk menanam jagung.

Proyek tersebut mangkrak sejak kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menyeret jaksa sebagai tersangka Agustus lalu.

Barmadi (62) adalah warga yang berinisiatif menyulap proyek mangkrak menjadi ladang jagung mini.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Depan rumahnya sudah sebagian digali, setiap ada kendaraan melintas debu beterbangan.

Ia dan keluarganya kemudian sering menyirami lahan terbengkalai tersebut.

"Tidak sengaja, saya taburi jagung ternyata hidup. Ya akhirnya saya tanami jagung," ujar Barmadi saat dijumpai wartawan di rumahnya, Kamis (26/9/2019).

Menanam jagung, jelas dia bukan merupakan upaya untuk protes.

Ia hanya sekedar memanfaatkan tanah yang tidak terpakai saja.

Hal serupa juga diungkapkan oleh sang istri, Murtini (62).

Sekda DIY : Pelajar Dilarang Terlibat Aksi Unjuk Rasa 30 September

Ia pun ikut membantu menanam dan merawat jagung hingga tumbuh sekitar 5 centimeter.

Daun-daunnya sudah mulai tampak.

"Saya ikut tanam juga, ada sekitar setengah kilogram kemarin ditanam. Setiap pagi dan sore disirami. Ya daripada nyirami brongkalan mending nyirami tanaman. Malah bisa tumbuh subur, saya juga kasih pupuk," ungkapnya.

Ia tak ingin lahannya ditutup, sebab sudah sekitar dua minggu susah payah menanam jagung.

Namun jika proyek SAH dilanjutkan, ia justru mendukung.

Bukan tanpa alasan, tempat tinggalnya sering terendam air saat musim hujan.

Masyarakat Sleman Diajak untuk Sukseskan Sensus Penduduk 2020 Secara Online

"Kalau cuma diurug ya jangan. Saya sudah tanami jagung. Harapan saya proyek malah jalan terus," tambahnya.

Terpisah, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi meminta maaf dan pengertian dari masyarakat terkait proyek tersebut.

"Kami memahami perasaan warga, yang perlu segera menutup jalan karena debu dan terganggungnya lalu lintas. Oleh karena itu,kami mohon maaf dan pengertian karena masih menyangkut masalah hukum,"ujarnya.

"Dan mohon bersabar sembarikami menunggu petunjuk dari KPK dan LKPP untuk arahan tersebut. Kami sedang memproses, mohon doa semoga Pemkot cepat mengatasi permasalahan tersebut," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved